Portalika.com [PEMALANG] – Sistem Informasi Manajemen Desa (SIM Desa) kini menjadi salah satu pilar penting dalam upaya modernisasi pengelolaan data desa. Keberadaan SIM Desa dianggap sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kualitas penyajian data dan profil desa, sehingga informasi yang disajikan menjadi lebih akurat, lengkap, dan mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.
Muhammad Rizqi Maulana, Mahasiswa Program Studi Administrasi Publik Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, melakukan partisipasi dalam pengelolaan informasi mengenai kondisi geografis, potensi sumber daya, data kependudukan, hingga program pembangunan Desa Kaliprau yang dikelola secara lebih terstruktur, akurat, dan mudah diakses melalui website oleh masyarakat Desa Kaliprau.
Penyusunan informasi yang dilakukan oleh Maulana melalui pencarian data yang dibantu secara langsung oleh Sekretaris Desa, Seperti menelusuri data terkait informasi umum desa, struktur administratif, serta melakukan pembaruan terhadap informasi yang belum pernah dipublikasikan.
Langkah ini bertujuan memastikan bahwa setiap informasi yang masuk ke dalam sistem memiliki keabsahan dan sesuai dengan kondisi nyata di lapangan.
Kehadiran Sistem Informasi Manajemen Desa (SIM Desa) ini mendapatkan sambutan positif dari perangkat Desa Kaliprau. Mereka menilai, penerapan sistem ini bukan hanya mempermudah akses terhadap berbagai informasi administratif desa, tetapi juga menjadi terobosan penting dalam meningkatkan keterbukaan informasi publik.
Inovasi ini menjadi bukti bahwa digitalisasi pelayanan publik di tingkat desa bukan hal yang mustahil untuk diwujudkan. Dengan kolaborasi antara pemerintah desa dan mahasiswa, Desa Kaliprau mendorong pemanfaataan teknologi untuk menciptakan sistem yang baik, partisipatif, dan berintegritas, sesuai dengan prinsip-prinsip tata kelola pemerintahan.
Penerapan SIM Desa Kaliprau diharpakan untuk mampu memperkuat transparansi dan akuntabilitas pemerintahan desa, serta menjadi sarana efektif untuk mendukung perencanaan pembangunan berbasis data.
Inovasi yang mampu membangun sinergitas ini tetap mengedepankan kepada prinsip-prinsip pengelolaan pelayanan administrasi yang menekankan efisiensi, partisipasi masyarakat, dan memiliki integritas terhadap transparansi. (*)
Penulis: Muhammad Rizqi Maulana, Mahasiswa Program Studi Administrasi Publik Undip Semarang
Editor: Triantotus












Komentar