Edukasi Pemilahan Sampah, Mahasiswa Unisri Latih Siswa SD di Klaten Bikin Tong Sampah

Ciptakan Tong Sampah dari Barang Bekas, Siswa Antusias Belajar Kelola Sampah Sejak Dini di Program KKN

banner 468x60

Portalika.com [KLATEN] – Restiana Yogilenawati, mahasiswa Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Glagah, Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten, telah melaksanakan kegiatan edukasi lingkungan di SD Negeri 3 Glagah yang bertajuk “Edukasi Pemilahan Sampah dan Praktik Pembuatan Tong Sampah”. Kegiatan tersebut difokuskan pada edukasi lingkungan dengan media pembelajaran yang menyenangkan serta praktik membuat dan menghias tong sampah dari bahan bekas yang ada disekitas mereka.

Kegiatan tersebut digagas oleh Restiana Yogilenawati, mahasiswa FKIP PGSD Unisri yang dilaksanakan di SD Negeri 3 Glagah pada hari Senin, 4 Agustus 2025 dan dihadiri oleh 9 siswa kelas 3 SD. Tujuannya adalah menanamkan kesadaran kepada anak-anak sekolah dasar tentang pentingnya memilah sampah sejak dini, sekaligus memberikan keterampilan membuat tong sampah sederhana dari bahan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar.

banner 300x250
Anak-anak SD Negeri 3 Glagah terlihat antusias saat praktik membuat dan menghias tong sampah sederhana dari bahan bekas, sebagai bagian dari program edukasi lingkungan. (Foto: Dok.)

“Anak-anak tidak hanya belajar teori tentang sampah organic, anorganik, dan B3 tetapi juga langsung praktik membuat tong sampah. Harapannya, mereka bisa terbiasa membuang sampah pada tempatnya,” ujar Restiana.

Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari pihak sekolah, guru wali kelas, dan teman-teman mahasiswa KKN satu tim. Anak-anak kelas 3 SD Negeri 3 Glagah terlihat antusias mengikuti edukasi yang disampaikan dengan metode interaktif dan permainan edukatif.

Restiana Yogilenawati, mahasiswa UNISRI, memberikan edukasi lingkungan kepada para siswa kelas 3 SD Negeri 3 Glagah, Klaten, dengan metode interaktif. (Foto: Dok.)

Selain menambah pengetahuan siswa, kegiatan ini juga memberi manfaat nyata bagi sekolah. Beberapa tong sampah terpilah berhasil dibuat dan langsung dimanfaatkan di lingkungan sekolah. Guru berharap keberadaan fasilitas ini bisa mendorong kebiasaan baru dalam menjaga kebersihan.

Kepala Sekolah SD Negeri 3 Glagah, Supardi, S.Pd., menyambut baik inisiatif mahasiswa KKN tersebut. Ia menilai program sederhana seperti ini bisa memberi dampak besar jika dilakukan berkelanjutan. “Membiasakan anak-anak memilah sampah sejak kecil sangat penting. Nantinya mereka bisa menularkan kebiasaan baik ini di rumah,” ujarnya.

Meski sempat menemui kendala, seperti keterbatasan sarana dan waktu, program tetap berjalan lancar. Restiana berharap pihak sekolah bersama orang tua dapat terus melanjutkan pembiasaan memilah sampah agar kesadaran peduli lingkungan bisa terjaga dalam jangka panjang.

Penulis: Restiana Yogilenawati, mahasiswa FKIP PGSD Unisri

Komentar