Bupati Wonogiri Minta Pengurus FKUB Ikut Sosialisasikan Program Pemerintah dan Bisa Menyejukkan

banner 468x60

Portalika.com [WONOGIRI] – Bupati Wonogiri Setyo Sukarno mengajak tokoh agama di daerahnya yang tergabung dalam Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) ambil bagian dalam pengawasan pelaksanaan program-program Pemkab Wonogiri.

Melalui pengurus FKUB, Bupati optimistis masyarakat teredukasi dengan baik karena imbauan atau pernyataan yang datang dari tokoh agama bisa menyejukkan suasana, bukan sebaliknya.

banner 300x250

“Maka saya senang bisa bersama para pengurus [FKUB] ini sekalian nitip pesan-pesan program kepada masyarakat apa yang sudah dan akan dilakukan jajaran Pemkab,” ujar Bupati Setyo saat menghadiri acara ramah tamah dalam Rakor pengurus FKUB Wonogiri di RM Rumpun Padi Wonogiri, Rabu, 22 Oktober 2025.

Rakor pengurus yang juga dihadiri Kepala Badan Kesbangpol dan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) membahas rencana studi tiru Kesbangpol-FKUB Salatiga ke daerah Wonogiri serta agenda Rakor FKUB Solo Raya di Wonogiri bulan November mendatang.

Ketua FKUB Wonogiri Ustadz Zainal Abidin melaporkan kesiapan forum beranggotakan 17 pemuka Ormas keagamaan di Kota Sukses dalam dua helatan penting itu.

“Kami di Wonogiri ini dinilai berhasil dalam merekomendasi izin operasional tempat ibadah, baik itu tempat ibadah umat IsIam, Kristen, Katolik, Hindu maupun Budha sama saja. Ini semua selain karena moderasi beragama yang terjalin baik juga karena peran Bupati maupun Kepala Kesbang [Kesbangpol] yang selalu membersamai kami, ” kata dia.

Bupati Wonogiri dalam acara ramah tamah penuh keakraban dan kekeluargaan ini mengimbau seluruh elemen masyarakat termasuk anggota FKUB bisa memahami kondisi pemerintah dalam melakukan efisiensi anggaran dewasa ini.

Meski ada skala prioritas, kata pria yang akrab disapa Pak Tiyo ini, program mendasar yang langsung menyentuh kepentingan rakyat tetap dijalankan.

“Jika dari pusat ada [program] makan bergizi gratis [MBG] dan di daerah ada program pembangunan 1.000 sumur pantek, itu tetap akan kita teruskan, ” tandas dia.

Dikatakan, meski TKD Wonogiri tahun ini turun tajam namun komitmen Pemkab Wonogiri tidak akan menaikkan pajak atau retribusi kepada masyarakat. Menurut Bupati, isu kenaikan pajak bisa menimbulkan reaksi keras penolakan dari masyarakat selaku wajib pajak.

“Mumpung saya dengan dinas terkait hari ini bersama tokoh lintas agama maka tidak sungkan saya ‘wanti-wanti’ para tokoh ini [agama] ikut menyuarakan atau sosialisasi kepada masing-masing umatnya bahwa Wonogiri [Pemkab] tidak menaikkan pajak atau retribusi kecuali akan menyesuaikan dengan aturan yang ada,” ujarnya. (Triantotus)

Komentar