Lestarikan Warisan Leluhur, Karaton Surakarta Gelar Wilujengan Badhe Tumapakipun Garebeg Besar DAL 1959

banner 468x60

Portalika.com [SURAKARTA] – Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat menggelar Wilujengan Badhe Tumapakipun Hajad Dalem Garebeg Besar Tahun DAL 1959 atas dhawuh dalem Sri Susuhunan Pakoe Boewono XIV, pada Selasa Pon Malem Rebo Wage, 26 Mei 2026 pukul 19.00 WIB di Kagungan Dalem Bangsal Malige, Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.

Kegiatan tersebut merupakan rangkaian sakral menjelang pelaksanaan Hajad Dalem Garebeg Besar yang akan digelar bertepatan dengan peringatan Hari Raya Idul Adha.

banner 300x250

Tradisi wilujengan ini telah diwariskan secara turun-temurun sejak masa leluhur Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat dan hingga kini tetap dilaksanakan serta dilestarikan oleh Sri Susuhunan Pakubuwono XIV sebagai bagian dari upaya menjaga kesinambungan adat, budaya, dan spiritualitas karaton.

Acara dipimpin langsung Sri Susuhunan Pakubuwono XIV melalui KGPH Adhipati Panembahan Dipokusumo selaku Pengageng Parentah Karaton. Turut hadir GKR Alit Pengageng Parentah Keputren, para Sentana Dalem, serta Abdi Dalem Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.

Dalam suasana khidmat dan penuh doa, seluruh peserta memanjatkan harapan agar pelaksanaan Hajad Dalem Garebeg Besar Tahun DAL 1959 dapat berlangsung dengan lancar, aman, dan membawa keberkahan bagi masyarakat luas.

Juru Bicara Resmi PB XIV, KPA Singonagoro, menyampaikan wilujengan merupakan bagian penting dari tata laku adat Karaton yang tidak hanya memiliki makna seremonial, tetapi juga mengandung nilai spiritual yang mendalam.

“Wilujengan Badhe Tumapakipun Hajad Dalem Garebeg Besar merupakan warisan adiluhung para leluhur Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat yang terus dijaga dan dilestarikan hingga saat ini. Tradisi ini menjadi wujud ikhtiar batin sekaligus doa bersama agar seluruh rangkaian Hajad Dalem Garebeg Besar Tahun DAL 1959 diberikan kelancaran, keselamatan, dan keberkahan oleh Gusti Allah SWT,” ujar KPA Singonagoro.

Lebih lanjut, KPA Singonagoro menegaskan komitmen Sri Susuhunan Pakubuwono XIV dalam merawat tradisi leluhur merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan budaya Karaton sebagai pusat pelestarian adat serta nilai-nilai kearifan Jawa.

“Dawuh Dalem Sinuhun Pakubuwono XIV sangat jelas, bahwa tradisi-tradisi luhur peninggalan para leluhur harus tetap dijaga sebagai identitas budaya bangsa. Melalui wilujengan ini, Sinuhun berharap Hajad Dalem Garebeg Besar tidak hanya berjalan lancar, tetapi juga membawa manfaat, ketenteraman, dan keberkahan bagi masyarakat,” tandasnya.

Wilujengan tersebut menjadi penanda dimulainya rangkaian prosesi Hajad Dalem Garebeg Besar Tahun DAL 1959 yang setiap tahunnya menjadi salah satu tradisi penting dan sakral di Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, sekaligus menjadi bagian dari kekayaan budaya Nusantara yang terus hidup dan lestari. (Ariyanto/*)

Komentar