Ribuan Santri Hadiri Haul Akbar Masyayikh NU Sukoharjo

banner 468x60

Portalika.com [SUKOHARJO] – Belasan ribu orang memadati halaman GOR Pandawa Solobaru, Grogol, Sukoharjo, Rabu malam. Mereka menghadiri haul akbar Masyayikh NU Kabupaten Sukoharjo yang merupakan rangkaian peringatan Hari Santri Nasional 2023.

Ketua panitia haul akbar, Kiai Sugeng mengucapkan terimakasih atas kehadiran jamaah dan tamu undangan dalam acara tersebut serta berbagai pihak yang telah memberikan dukungan hingga terselenggaranya acara haul akbar tersebut.

banner 300x250

“Berdasarkan pantauan dari tim panitia, jamaah yang hadir malam ini kurang lebih 13.000 [tiga belas ribu] orang yang merupakan warga nahdliyin di Kabupaten Sukoharjo,” ujarnya.

Baca juga: Peringati HSN, UIN Surakarta Gelar Ekspo Dan Rawat Petilasan Keraton Kartasura

Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Sukoharjo, Kiai Khomsun Nur Arif menyampaikan bulan Oktober merupakan bulan istimewa untuk jamaah Nahdlatul Ulama khususnya di Kabupaten Sukoharjo.

“Pada 17 Oktober 1954, PCNU Sukoharjo mendapatkan Surat Keputusan (SK) pertama dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), sehingga malam ini pun kita peringati harlah PCNU Kabupaten Sukoharjo,” terangnya.

Bupati Sukoharjo, Etik Suryani (dua kanan) menghadiri haul NU. (Portalika.com/Ist)

Khomsun menambahkan sudah waktunya jamaah Nahdlatul Ulama bersama-sama masuk dalam jam’iyyah NU bersama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Sukoharjo untuk membangun Sukoharjo yang Ahlussunnah wal jamaah.

Khomsun juga menghimbau agar jamaah yang hadir dalam haul akbar dapat mengikuti puncak peringatan Hari Santri Nasional 2023 dengan tertib yakni apel Hari Santri Nasional di Stadion Mini Bekonang Mojolaban pada Minggu mendatang.

“Mari bersama-sama kita mengikuti Apel Akbar Hari Santri Nasional untuk memperingati perjuangan para kiai khususnya Hadrotussyeikh Hasyim Asy’ari dengan resolusi jihadnya sehingga Indonesia dapat terjaga kemerdekaannya.” imbuhnya.

Bupati Sukoharjo, Etik Suryani yang hadir mengapresiasi PCNU Sukoharjo atas perkembangan Nahdlatul Ulama di Sukoharjo hingga terselenggaranya haul akbar Masyayikh NU tersebut. Bupati mengatakan santri merupakah salah satu elemen masyarakat yang turut andil dalam perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia.

Portalika.com/Ist

Sebagai apresiasi, pemerintah akan melibatkan santri sebagai elemen penting dalam tatanan sosial kemasyarakatan, maka ditetapkan Hari Santri Nasional oleh Presiden Joko Widodo melalui Keppres Nomor 22 Tahun 2015 yang jatuh setiap tanggal 22 Oktober.

“Haul merupakan suatu peringatan yang dilaksanakan bertepatan dengan wafatnya seseorang yang ditokohkan oleh masyarakat baik tokoh pejuang ataupun tokoh agama yang tentunya mempunyai makna untuk mengingatkan kita akan kematian atau dzikrul maut, serta mengetahui keteladanan dan jasa perjuangan para tokoh kepada tanah air, bangsa dan agama,” jelasnya.

Sedangkan KH Ahmad Muwafieq memberi mauidhotul khasanah dalam acara haul akbar Masyayikh NU Kabupaten Sukoharjo tersebut. “Satu-satunya bangsa muslim dunia yang sanggup mengambil kalimat Ra’iyah untuk menentukan nasib warga bangsanya hanya muslim Indonesia,” katanya. (Triantotus)

Komentar