Portalika.com [KARANGANYAR] – Tidak seperti biasanya Lapangan Jati Pelen di Desa Gebyog, Mojogedang, Karanganyar, Jateng, Jumat, 22 Juli 2024 sore semarak dengan bazar usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dan kegiatan bebagai seni dan budaya. Kegiatan itu digelar terkait penutupan kegiatan kuliah kerja nyata (KKN) para mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said, Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Jateng.
“Sebagai penutup KKN Kelompok 211 dan 212 berjumlah 24 orang, kami menampilkan budaya yang ada di Desa Gebyog. Kami membantu mem-branding-kan kegiatan di media massa bahwa Desa Gebyog mempunyai kearifan lokal yang perlu ditingkatkan branding-nya,” ujar salah satu mahasiswa KKN sekaligus Ketua Panitia Festival, Arif Romdhoni dalam sambutannya Senin.
Menurut dia program kerja terakhir kelompoknya pada kegiatan KKN tersebut menggelar festival budaya dan bazar UMKM. Program ini diharapkan bisa mengangkat kearifan lokal hingga bisa lebih dikenal luas.
Baca juga: Ingin Jadi Kampus Internasional UIN RM Said Teken MoU Dengan Politeknik China
Sementara itu Kepala Desa Gebyog, Sugiyarto mengucapkan terima kasih dengan adanya kegiatan KKN di desanya. Mereka dinilai kompak dan bisa menggelar kegiatan dengan swadaya dengan pendanaan sendiri.
Para mahasiswa juga dianggap sangat aktif melakukan kegiatan di desa, membina, membimbing, mengasuh anak-anak baik TPA, TPQ juga membersamai ibu-ibu PKK. Sugiyarto mengapresiasi KKN di desanya karena telah mengangkat sumber daya di Desa Gebyok terutama kearifan lokal, budaya dan UMKM.
Mahasiswa KKN UIN juga dinilai telah mengangkat dan memfasilitasi berbagai kegiatan desa. Kegiatan itu dinilai sangat produktif dan positif bisa memutar ekonomi di Desa Gebyog.
“Selain KKN dari UIN saat ini di Desa Gebyog juga ada KKN dari mahasiswa Undip Semarang. Mereka yang dari Undip berjumlah tujuh mahasiswa mulai datang di desa kami pada 11 Juli 2024 atau setelah KKN mahasiswa UIN dan akan berakhir sekitar 20 Agustus 2024,” kata dia.
Lebih lanjut Sugiyarto mengatakan pihaknya mengapresiasi kehadiran mahasiswa KKN di desanya. Karena mereka dinilai telah mengangkat sumber daya di Desa Gebyok terutama kearifan lokal, budaya dan UMKM. Semua itu diangkat dan mereka fasilitasi sehingga hal ini diharapkan menjadi produktif dan potisitif, bisa memutar ekonomi desa.
Dia menilai KKN yang mengangkat tema kearifan lokal sudah terlaksana selama satu bulan. Ini program kerja terakhir festival budaya dan bazar UMKM.
Karanganyar Terbuka Untuk KKN
Sedangkan Camat Mojogedang, Sutrisno mengaku bersyukur dengan adanya KKN mahasiswa UIN RM Said, Surakarta ini. Karena pihaknya bisa berkolaborasi yang baik dengan mereka untuk menggarap beberapa kegiatan.
“Kami sering matur bahwa Pemkab Karanganyar senantiasa membuka pintu seluas-luasnya untuk bersama-sama berkolaborasi dengan dunia perguruan tinggi dari mana pun juga apalagi yang di lingkungan Surakarta. Karena bagaimanapun pembangunan sumber daya manusia harus ada kebersamaan pentahelix di antara pemerintah, pers, dunia perguruan tinggi dan seluruh masyarakat,” kata dia mewakili Pj Bupati Karanganyar, Timotius Suryadi.
Dengan demikian kebersamaan untuk pembangunan bisa dilakukan bersama-sama berjalan baik tanpa ada sekat-sekat yang mengganggu. Untuk itu dia berharap kolaborasi ini terus berjalan dilanjutkan dan dilestarikan.
Karena itu kerja sama yang sudah dijalin antara Pemkab Karanganyar dan UIN Surakarta, agar terus dijaga agar berkelanjutan di masa mendatang yang tujuannya bisa bersama-sama untuk memberikan uapaya memberdayakan masyarakat secara maksimal. Karena fungsi perguruan tinggi di antaranya adalah fungsi edukasi, penelitian dan pengabdian masyarakat.
Dari salah satu pengabdian masyarakat diawali sejak tanggal 24 Juni 2024 lalu dan 25 Juli 2024 KKN berakhir. Ini adalah wujud pengabdian masyarakat para mahasiswa untuk memberdayakan meningkatkan kualitas masyarakat, di tengah-tengah bangsa yang sedang berusaha mengisi pembangunan dalam rangka proklamasi kemerdekaan ke-79.
“Kami atas nama Pemerintah Mojogedang kepada para mahasiswa yang KKN di 13 desa bersyukur, semua telah melaksanakan program kerjanya dengan baik berkolaborasi dengan pemerintah desa di 13 desa dengan baik. Dan di akhir program seperti hari ini kebanyakan juga membuat kegiatan yang dimaksudkan untuk menggali potensi UMKM. Mudah-mudahan ini menjadi kontribusi positif kalian semua,” ujar dia.
Bagi masyarakat khususnya di Desa Gebyog ini kegiatan sekecil apapun, kontribusi kalian akan mendapat catatan positif sebagai ganjaran atau pahala yang tiada putus-putusnya dan akan dicatat malaikat. “Karena kita yakin bahwa apa yang kita lakukan ini semua diniati hanya untuk ibadah,” kata Sutrisno. (Iskandar)












Komentar