Portalika.com [SOLO] – Suasana siang di The Sunan Hotel, Kerten, Laweyan, Solo, Jateng, Rabu, 24 Juli 2024 lain dari biasanya. Puluhan perempuan dari berbagai usia mengenakan busana tradisional dengan atasan kebaya dan bagian bawah dibalut kain jarik.
Usut punya usut ternyata mereka sedang memperingati Hari Kebaya Nasional yang jatuh pada 24 Juli. Acara yang dikemas dalam Parade Kebaya bertajuk Kebaya Adalah Kita ini digelar di Narendra Rastaurant The Sunan Hotel Solo dengan menampilkan sejumlah karyawan hotel dan tokoh perempuan Kota Solo.
Pada kesempatan itu juga digelar peragaan busana kebaya koleksi Batik Danar Hadi Solo. Panitia juga menyediakan jamuan makan siang dengan menu khas nusantara dan camilan tradisional seperti klepon dan kue kecil lainnya.
Baca juga: Personel Lanud Adi Soemarmo Berpartisipasi Dalam Donor Darah Di The Sunan Hotel Solo
“Sebenarnya kebaya ini adalah busana warisan nenek moyang kita yang adiluhung. Dulu pakaian yang dikenakan ibu-ibu kita sehari-hari ya kebaya ini. Begitu pula ketika menghadiri suatu resepsi juga mengenakan kebaya,” ujar Walikota Solo, Teguh Prakosa ketika memberi sambutan di hotel setempat Rabu, 24 Juli 2024.
Hanya saja ketika kain jarik yang dikenakan ketika menghadiri resepsi berbeda dengan jarik yang dikenakan sehari-hari. Jika keseharian jarik yang dikenakan bagian bawah longgar, ketika menghadiri resepsi jarik yang dikenakan bagian bawahnya sempit dan diwiru atau salah satu ujung jariknya dilipat-lipat kecil vertikal dan bawahnya sempit.
Ada Yang Tampil Malu-Malu
Sementara itu General Manager The Sunan Hotel Solo, Retno Wulandari mengutarakan, sebenarnya pihaknya sejak Agustus 2019 telah mencanangkan program Sunan Berkebaya. Program ini ditandai dengan kewajiban berkebaya bagi seluruh karyawatinya.
“Tentu kami bangga menjadi hotel pertama di Kota Solo yang memiliki program ini. Karena itu dengan diselenggaranya acara Parade Kebaya ini, kami berharap dapat semakin mengangkat budaya kebaya dan memperkuat identitas budaya Indonesia,” papar dia.
Di sisi lain acara yang digelar di Narendra Rastaurant The Sunan Hotel Solo itu berlangsung semarak. Para peragawati yang memamerkan busana kebaya koleksi Batik Danar Hadi Solo, dengan luwes memamerkan busana yang mereka kenakan keliling ruangan dengan iringan musik.
Mereka berlenggang-lenggok menghampiri para tamu undangan yang duduk berkelompok empat sampai lima orang mengelilingi satu meja memenuhi ruangan. Suasana semakin menarik ketika seluruh perempuan yang hadir berkebaya itu juga ikut berkeliling ruangan diiringi musik.
Mereka juga berlenggang-lenggok layaknya peragawati profesional kendati beberapa di antaranya tampil malu-malu. “Ini kesempatan langka. Kapan lagi bisa tampil berkebaya bersama para peragawati dan puluhan orang di hotel seperti ini. Mungkin kita hanya setahun sekali mengikuti acara seperti ini,” ujar salah satu peserta kepada temannya sambil terkekeh. (Iskandar)












Komentar