Bupati Trenggalek Sampaikan Fokus Infrastruktur Berwawasan Lingkungan Di Paripurna  Perubahan APBD Tahun Anggaran 2024

banner 468x60

Portalika.com [TRENGGALEK, JAWA TIMUR ] – Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin memaparkan beberapa fokus perubahan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) perubahan anggaran APBD tahun 2024 kepada anggota DPRD Trenggalek di sidang paripurna.

Tidak melenceng pada fokus yang ingin dicapai di antaranya infrastruktur berwawasan lingkungan, pelayanan publik dan pengentasan kemiskinan ekstrem, menurut Kepala Daerah yang menjabat Wakil Ketua APKASI itu perubahan anggaran sendiri lebih kepada optimalisasi ABPD saat ini.

banner 300x250

Fokus di antaranya mengenai infrastruktur jalan, kemudian pertanian hemat air yang ternyata berhasil di uji coba untuk diprioritaskan untuk diperluas, serta masih banyak prioritas lain yang perlu diperkuat.

Baca juga: Wakil Bupati Trenggalek Terima Massa Unjuk Rasa Kerusakan Jalan Kecamatan Pule

“Agenda hari ini penyampaian rancangan perubahan anggaran APBD tahun 2024. Kita fokusnya di sisi infrastruktur berwawasan lingkungan, kemudian pelayanan publik dan yang ketiga terkait dengan pengentasan kemiskinan ekstrem,” ucap Bupati Trenggalek usai mengikuti sidang Paripurna DPRD, Senin, 22 Juli 2024.

“Tadi saya sampaikan beberapa hal, salah satunya infrastruktur air. Kita memang sudah punya banyak sumur, tapi konsumsi airnya harus hemat. Salah satu yang banyak konsumsi air ini adalah sektor pertanian, makanya kemarin kita inovasi pertanian hemat air,” ujarnya.

Portalika.com/Rudi Sukamto

Menurutnya, yang seperti ini seharusnya diperluas. Kemudian dimasukkan dalam prioritas. Kemudian juga infrastruktur jalan dan sebagainya. Kalau untuk percantikan kota, meskipun studi banyak mengatakan bahwa percantikan kota itu akan meningkatkan ekonomi, tetapi  mungkin itu bisa dibeayai dengan CSR.

Terus untuk kemiskinan, sambung Bupati bansos-bansos yang dari APBD nanti kita skemakan bersyarat. “Syaratnya apa? mau dilatih untuk menjadi tenaga kerja terampil atau entrepreneur sehingga harapannya selamanya tidak tergantung pada bansos tetapi nanti bisa mandiri dan bisa punya kinerja,” tegasnya.

Ditanya mengenai pertanian hemat air Bupati Trenggalek menjelaskan bawasannya Pemkab Trenggalek sudah mencobanya di Kecamatan Gandusari. Tanah yang akan digarap dilapisi terlebih dahulu dengan lapisan tahan air.

“Jadi ketika kita memberi air sekali saja, itu sudah bisa bertahan. Sehingga airnya awet dan pupuknya konsumsinya juga dosisnya lebih terkontrol. Hasil panennya juga lebih baik di ceck oleh BPS,” jelasnya.

“Panennya dengan sistem ini juga bisa panen 4 kali. Kalau lahan-lahan kering cuma bisa 1 kali panen, namun ini bisa 4 kali. Contohnya sudah kita coba di Sukorejo per bulan ini sudah panen 2 kali dan sekarang ini sudah mau tanam lagi. Prediksi Oktober akan panen ketiga dan Januari awal sudah panen keempat. Jadi siklusnya nanti bisa 4 kali panen,” kata Bupati Trenggalek.

Terkait rencana perubahan anggaran APBD tahun anggaran 2024, Doding Rahmadi, Wakil Ketua DPRD Trenggalek menjelaskan perubahan ini memaksimalkan kegiatan APBD kita di tahun 2024 ini agar lebih maksimal.

Di 2024 ini, imbuh politisi PDIP itu, banyak hal yang harus dirasionalkan. Contohnya, kemarin ada masyarakat yang meminta diskon untuk retribusi. “Seperti ini kita rasionalkan, kita turunkan targetnya dari retribusi. Kemudian ada masyarakat yang minta infrastrukturnya leboh maksimal, sehingga infrastrukturnya juga kita tambahi,” jelas Doding.

“Capaian 6 bulan ini, di semester pertama ini, kita pendapatannya sudah 50% untuk pendapatannya dan belanjanya masih 40%. Dari situ bisa kita lihat lagi yang mana dan dimana yang bisa kita geser untuk keuangan dan sebagainya, tandasnya. (Rudi Sukamto)

Komentar