Portalika.com [BOYOLALI] – Pada era globalisasi saat ini, tidak hanya muda-mudi saja yang mampu menggunakan dan mengakses media sosial. Ibu-ibu sebagai orang tua yang memiliki kesibukan juga tidak mau ketinggalan.
Melalui penggunaan dan akses media sosial, beberapa pekerjaan lebih mudah dilakukan. Sayangnya, dalam menggunakan media sosial, tidak semua orang menggunakannya secara bijak dengan alasan sebagai hak kebebasan berpendapat.
Seorang mahasiswa KKN Tim II Undip, Semarang, Dinda Iqlima Salsabila, mahasiswa jurusan Sastra Indonesia menggerakkan sebuah program literasi digital untuk ibu-ibu PKK guna mencegah hoaks. Program tersebut dilaksanakan bersamaan dengan rapat PKK pada tanggal 1 Agustus 2024 di Balaidesa Pentur, Kecamatan Simo, Kabupaten Boyolali.
Antusiasme serta dukungan dari ibu-ibu PKK Desa Pentur untuk menyadari betapa pentingnya kecakapan literasi digital menjadikan kegiatan ini semakin meriah. Keinginan untuk memiliki kontrol diri dalam memilah serta memilih berita didasari oleh ketakutan untuk terbuai berita-berita hoaks yang cepat sekali beredar.
Kesempatan ini dimanfaatkan oleh Dinda Iqlima Salsabila untuk memaparkan pemberitahuan mengenai penting dan gunanya literasi digital, serta bagaimana caranya membangun kecakapan literasi digital mulai dari hal-hal terkecil.
Tidak hanya itu, Dinda Iqlima Salsabila juga memberikan informasi mengenai laman bacaan digital yang disediakan oleh Perpustakaan Nasional Indonesia dan perpustakaan digital Remen Maos dari Pemerintah Kabupaten Boyolali.
Berkat program ini, ibu-ibu PKK Desa Pentur semakin sadar untuk menyaring berita dan menahan diri dari menyebarkan informasi hoaks. Tidak hanya itu, terdapat pesan agar ibu-ibu sebagai orang tua dapat menjadi penggerak kecakapan literasi digital dalam keluarga di rumah.
Dinda Iqlima Salsabila, selaku mahasiswa KKN yang menggerakkan program ini berharap akan semakin banyak masyarakat yang sadar akan pentingnya kecakapan literasi digital. (*)
Penulis: Dinda Iqlima Salsabila
Editor: Suryono












Komentar