Portalika.com [NGAWI] – Inovasi Mahasiswi KKN-Tematik UNIDA Gontor Putri kembali menunjukkan dampak nyata bagi masyarakat. Melalui program pelatihan pengolahan produk berbahan dasar lele, para mahasiswi menghadirkan solusi ekonomi kreatif bagi warga Dusun Parenan 2, Desa Setono, Kecamatan Ngrambe, Kabupaten Ngawi, Senin (16/02/2026).
Kegiatan yang berlangsung di rumah Pak Khoerun, Ketua RW sekaligus penasihat Karang Taruna, menjadi momentum penting dalam strategi hilirisasi komoditas lele. Program ini mengusung dua produk unggulan, yakni Baby Lele Chips dan Nugget Lele, sebagai upaya meningkatkan nilai tambah hasil budidaya.
Pelatihan ini dihadiri jajaran pengurus RT/RW serta warga setempat. Fokus utama kegiatan adalah pemanfaatan seluruh siklus hidup lele agar tidak ada potensi yang terbuang sia-sia.
Dalam inovasi ini, benih lele yang gagal tumbuh atau mati saat pemijahan diolah menjadi camilan renyah bernilai ekonomi. Konsep zero waste tersebut menjadi solusi atas kerugian yang selama ini dialami peternak akibat limbah budidaya.
Mahasiswi KKN-Tematik UNIDA Gontor Putri menjelaskan bahwa pendekatan ini tidak hanya mengurangi potensi kerugian, tetapi juga membuka peluang usaha baru berbasis rumah tangga.
Selain Baby Lele Chips, lele ukuran dewasa diolah menjadi nugget yang lembut dan bergizi. Produk ini dirancang untuk memperluas segmentasi pasar sekaligus mendongkrak harga jual dibandingkan lele segar.
Proses pelatihan berlangsung hingga pukul 12.00 WIB. Peserta mengikuti praktik langsung, mulai dari teknik formulasi bumbu hingga metode penggorengan agar produk memiliki daya simpan lebih lama tanpa pengawet buatan.
Inovasi Mahasiswi KKN-Tematik UNIDA Gontor Putri mendapat respons positif dari warga. Antusiasme terlihat saat sesi uji coba produk. Warga menilai rasa Baby Lele Chips dan Nugget Lele cukup kompetitif untuk dikembangkan dalam skala UMKM.
Program ini juga mendorong Karang Taruna Dusun Parenan 2 membangun ekosistem usaha yang lebih resilien terhadap fluktuasi harga pasar dan tantangan budidaya.
Dengan semangat “Dari lele jadi kreasi, dari Karang Taruna untuk ekonomi mandiri”, kegiatan ini tidak sekadar memberi keterampilan teknis, tetapi juga menumbuhkan visi kewirausahaan bagi pemuda desa.
Sinergi antara pemikiran akademis mahasiswi dan semangat pemberdayaan masyarakat diharapkan menjadi pemantik lahirnya produk kreatif lain berbasis potensi lokal. Inovasi Mahasiswi KKN-Tematik UNIDA Gontor Putri pun menjadi contoh nyata bagaimana program KKN dapat menghadirkan solusi konkret bagi ekonomi desa. (Qatrunnada Salsabila)












Komentar