Portalika.com [SUKOHARJO] – Mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip) Semarang bersama Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Menjing, Kabupaten Sukoharjo, mengadakan kegiatan edukasi budi daya maggot sebagai solusi ramah lingkungan untuk mengurai sampah organik.
Kegiatan berlangsung pada pukul 09.00 WIB dan diikuti oleh anggota KWT dengan pendampingan dari Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Sukoharjo.
Fiya Auliya Lestari, mahasiswi prodi Biologi KKN 2024 Undip dari Fakultas Sains dan Matematika, bertindak sebagai narasumber dalam kegiatan ini. Fiya memberikan penjelasan mengenai pentingnya budi daya maggot sebagai metode efektif dalam mengelola limbah organik rumah tangga.
Baca juga: Psikolog Undip: Orangtua Jangan Beri Kelonggaran Pada Pengendara Belia
Menurut Fiya, maggot memiliki kemampuan untuk mengurai sampah organik dengan cepat dan efisien, sehingga dapat mengurangi volume sampah di tempat pembuangan akhir.
“Kegiatan edukasi ini juga mencakup demonstrasi mengenai cara budi daya maggot, mulai dari persiapan media, pemilihan jenis maggot hingga perawatan dan pemantauan. Anggota Kelompok Wanita Tani antusias mengikuti setiap tahap yang dilaksanakan 30 Juli 2024, menyadari potensi maggot dalam mendukung pertanian berkelanjutan dan menjaga kebersihan lingkungan desa,” katanya.
Fiya menyatakan, pemantauan maggot akan dilakukan secara berkala untuk memastikan kondisi lingkungan yang optimal bagi pertumbuhan maggot serta memastikan pemberian pakan berupa limbah organik setiap hari setelah maggot mencapai fase dewasa.
Dengan langkah-langkah ini, diharapkan budi daya maggot dapat menjadi bagian integral dari pengelolaan sampah organik di Desa Menjing, memberikan dampak positif bagi lingkungan sekaligus memberdayakan masyarakat desa.
Menurutnya, kegiatan ini merupakan salah satu dari serangkaian program kerja yang diinisiasi oleh mahasiswa KKN Undip di Desa Menjing, dengan harapan dapat memberikan solusi jangka panjang bagi pengelolaan sampah dan peningkatan kesadaran lingkungan di kalangan masyarakat.
Selain program kerja budidaya maggot sebagai upaya mengurangi limbah organik, Fiya juga mengadakan program Edukasi Gerakan Konsumsi Makanan Sehat kepada siswa SD Negeri Gayam 5 yang telah dilaksanakan pada Jumat, 2 Agustus 2024.
Mahasiswa KKN Tim II di Kelurahan Gayam mengadakan kegiatan GELIGA atau Gerakan Lindungi Gizi Anak sebagai upaya menurunkan angka stunting di Kelurahan Gayam. Selain itu, dilakukan juga kegiatan menggali potensi UMKM melalui E-commerce, media sosial dan pembuatan nomer induk berusaha (NIB).
Untuk memastikan keberlanjutan program ini, Kelompok Wanita Tani Desa Menjing juga mendapatkan bimbingan tentang strategi pengelolaan dan pemanfaatan hasil budi daya maggot. Dalam sesi lanjutan, Fiya Auliya Lestari mengajarkan cara mengolah maggot yang telah matang menjadi kompos berkualitas tinggi, yang nantinya dapat digunakan sebagai pupuk organik untuk tanaman.
Selain itu, maggot juga dapat diolah menjadi pakan ternak, yang memiliki nilai gizi tinggi dan dapat mengurangi biaya operasional peternakan.
Anggota Kelompok Wanita Tani bersemangat dengan prospek ini, mengingat sebagian besar dari mereka memiliki lahan pertanian dan ternak yang bisa memanfaatkan hasil dari budi daya maggot. Beberapa anggota sudah merencanakan untuk memperluas skala budi daya maggot di masa depan.
“Anggota Kelompok Wanita Tani berharap program ini dapat meningkatkan pendapatan keluarga mereka sekaligus mendukung pengelolaan sampah yang lebih baik di desa,” ujarnya.
Fiya mengingatkan pentingnya kerja sama berkelanjutan antara masyarakat dan pihak-pihak terkait, seperti penyuluh pertanian dan pemerintah desa, untuk memastikan program ini tidak hanya berhenti pada tahap edukasi, tetapi diterapkan dan diintegrasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Fiya juga mengajak peserta untuk terus berinovasi dan berbagi pengalaman dengan sesama petani dan masyarakat desa lainnya, agar manfaat dari budidaya maggot dapat dirasakan lebih luas.
“PPL yang mendampingi kegiatan ini juga menyatakan komitmennya untuk terus mendukung dan memfasilitasi kebutuhan Kelompok Wanita Tani dalam pengembangan budidaya maggot. Dengan sinergi antara mahasiswa, masyarakat, dan pemerintah setempat, diharapkan program ini dapat menjadi model keberhasilan dalam pengelolaan sampah organik yang bisa diadopsi oleh desa-desa lain di Sukoharjo dan sekitarnya,” katanya. (*)
Penulis: Fiya Auliya Lestari (*)
Editor: Suryono












Komentar