Portalika.com [WONOGIRI] – Mahasiswa KKN TIM II Undip Desa Sendangijo menggelar kegiatan Pemberdayaan Kelompok Pertanian Melalui Pemanfaatan Mikroorganisme Lokal (MOL) sebagai Bioaktivator Pengomposan untuk Meningkatkan Kualitas Produk di Desa Sendangijo, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.
Kegiatan berlangsung Senin, 27 Juli 2026, pukul 19.00 – 22.30 WIB, bertempat di Balaidesa Sendangijo diikuti sekitar 70 orang, terdiri atas kelompok tani dan warga Desa Sendangijo.
Program dilaksanakan melalui penyampaian materi mengenai definisi dan manfaat MOL, demonstrasi pembuatan menggunakan bahan lokal, praktik langsung oleh peserta, serta penjelasan mengenai cara aplikasi MOL pada tanaman.
Program tersebut digelar untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai peran mikroorganisme lokal dalam pertanian. Selama ini, petani di Desa Sendangijo belum banyak mengenal peran mikroorganisme lokal dalam membantu proses dekomposisi bahan organik serta kaitannya dengan kualitas tanah dan pertumbuhan tanaman.
Kondisi itulah yang mendorong mahasiswa KKN memperkenalkan Mikroorganisme Lokal (MOL) sebagai salah satu pemanfaatan bahan organik yang dapat diterapkan dalam kegiatan pertanian.
Desa Sendangijo dinilai memiliki potensi besar untuk memproduksi MOL karena bahan bakunya banyak tersedia di lingkungan sekitar. Air cucian beras, bonggol pisang, buah busuk, dan gula merah yang selama ini kerap dianggap sebagai sisa atau limbah rumah tangga, sebenarnya dapat diolah menjadi mikroorganisme lokal yang bermanfaat bagi pertanian.
Ketersediaan bahan tersebut mendukung pengenalan MOL kepada masyarakat karena pembuatannya dapat dilakukan dalam skala rumah tangga dengan bahan baku yang mudah diperoleh serta proses yang sederhana dan murah.
Melalui program ini, mahasiswa KKN mengedukasi warga bahwa sisa bahan organik dapat diolah menjadi mikroorganisme lokal untuk kebutuhan pertanian.
MOL sendiri merupakan larutan hasil fermentasi bahan-bahan organik yang berasal dari hasil pertanian, perkebunan, maupun limbah organik rumah tangga.
Larutan tersebut mengandung komponen karbohidrat, glukosa, dan mikroorganisme yang berfungsi sebagai bioaktivator dalam pengomposan.
Mikroorganisme yang terdapat di dalam MOL berperan sebagai dekomposer yang membantu merombak bahan organik menjadi bahan yang lebih sederhana.
Bahan organik ini memiliki peranan penting sebagai sumber karbon, sumber nutrisi, sekaligus sumber energi yang mendukung kehidupan dan perkembangbiakan berbagai jenis mikroorganisme.
Rangkaian acara diawali dengan demonstrasi pembuatan mikroorganisme lokal yang dilakukan langsung oleh mahasiswa KKN di hadapan para peserta.
Peserta dapat melihat tahapan pembuatan sekaligus memperoleh gambaran mengenai pemanfaatan bahan organik untuk menghasilkan larutan MOL.
Acara berlanjut dengan sesi praktik langsung pembuatan mikroorganisme lokal oleh peserta. Praktik dilakukan oleh warga dan kelompok tani dengan pendampingan mahasiswa KKN.
Sesi praktik tersebut sekaligus menjadi ruang tanya jawab antara peserta dan mahasiswa. Setelah demonstrasi dan praktik, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Dwi Sartono, SP. selaku narasumber yang ahli di bidang pertanian.
Dalam kegiatan ini juga terlibat Kepala Desa Sendangijo, Wagino, ST serta Ketua Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani) Desa Sendangijo, Wardoyo.
Antusiasme warga terlihat selama kegiatan berlangsung. Peserta mendengarkan dan memperhatikan penjelasan serta demonstrasi yang diberikan mahasiswa.
Ketika memasuki sesi praktik pembuatan MOL, warga juga menunjukkan ketertarikan dengan mengajukan pertanyaan mengenai proses pembuatan, termasuk perbandingan bahan untuk ukuran tertentu.
Hal tersebut menunjukkan bahwa peserta berusaha memahami proses pembuatan MOL agar dapat menyesuaikannya dengan kebutuhan yang akan diterapkan. Program ini berjalan lancar dan luaran yang ditargetkan pun tercapai.
Para petani mengenal dan memahami manfaat mikroorganisme lokal untuk membantu mempercepat pengomposan pada tanaman. Hasil praktik pembuatan mikroorganisme lokal yang dilakukan peserta juga dapat dibawa pulang.
Bagi warga Desa Sendangijo, program ini memberikan bekal pengetahuan mengenai cara pembuatan mikroorganisme lokal, cara pengaplikasiannya pada tanaman, serta fungsi MOL dalam bidang pertanian.
Bekal tersebut diharapkan dapat mendukung pemanfaatan bahan organik di sekitar rumah maupun lingkungan pertanian, sehingga petani dapat memanfaatkan MOL untuk mempercepat pengomposan tanaman sekaligus menerapkan praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan. (*)
Penulis/Reporter: Najmah Arijah | Fotografer: Muhammad Hafiizh Prasetiawan, Eka Nur Elliyana |Kontak Media/Humas: kknsendangijo2026@gmail.com
Editor: Triantotus












Komentar