Mahasiswa KKN Unisri Sosialisasikan Pemahaman ASEAN kepada Siswa SD di Jatimarto

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta, Mohammad Alvinsyah, berinisiatif untuk memperkenalkan ASEAN (Association of Southeast Asian Nations) kepada siswa-siswi kelas 6 SDN 1 dan SDN 2 di Desa Jatimarto

banner 468x60

Portalika.com [Wonogiri] – Pengenalan tentang kerjasama regional dan hubungan internasional kepada generasi muda sejak dini merupakan langkah penting dalam mempersiapkan mereka untuk menjadi warga global yang berpengetahuan luas dan berpikiran terbuka. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta, Mohammad Alvinsyah, berinisiatif untuk memperkenalkan ASEAN (Association of Southeast Asian Nations) kepada siswa-siswi kelas 6 SDN 1 dan SDN 2 di Desa Jatimarto, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Wonogiri.

banner 300x250

Kegiatan ini merupakan bagian dari program KKN yang tengah dijalankan oleh UNISRI di Desa Jatimarto. Tema yang diusung dalam sosialisasi ini adalah “Pengenalan ASEAN: Membangun Kesadaran Internasional Sejak Dini”. Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dasar kepada anak-anak tentang negara-negara anggota ASEAN, pentingnya kerjasama antar negara di kawasan Asia Tenggara serta peran penting Indonesia dalam organisasi tersebut.

Menanamkan Wawasan Global Sejak Dini

ASEAN adalah sebuah organisasi regional yang terdiri dari 11 negara di Asia Tenggara. Negara-negara ini meliputi Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, Brunei Darussalam, Vietnam, Laos, Myanmar, Kamboja, dan Timor Leste. ASEAN didirikan pada 8 Agustus 1967, dengan tujuan utama untuk mempromosikan kerjasama ekonomi, sosial, budaya, teknologi, dan keamanan di antara negara-negara anggotanya. Pengenalan mengenai ASEAN diharapkan dapat menambah wawasan siswa-siswi tentang pentingnya kerjasama internasional dalam mencapai perdamaian dan kemakmuran bersama.

Dalam sosialisasi ini, Mohammad Alvinsyah menyampaikan materi mengenai sejarah pembentukan ASEAN, tujuan dan prinsip dasar organisasi, serta peran Indonesia di dalamnya. Para siswa juga diajak untuk mengenal bendera, ibukota, serta budaya khas dari masing-masing negara anggota ASEAN. “Kami ingin anak-anak tidak hanya mengenal nama negara-negara anggota ASEAN, tetapi juga memahami pentingnya persatuan dan kerjasama di kawasan Asia Tenggara,” ungkap Alvinsyah.

Metode Pembelajaran yang Interaktif dan Menyenangkan

Dalam menyampaikan materi, Alvinsyah menggunakan berbagai metode pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan, seperti kuis, permainan tebak bendera, dan presentasi visual. Salah satu aktivitas yang paling diminati oleh para siswa adalah permainan “Mengenal Bendera ASEAN”, di mana mereka diminta untuk mencocokkan bendera dengan negara anggota ASEAN yang tepat. Melalui metode ini, siswa tidak hanya belajar dengan cara yang menyenangkan, tetapi juga lebih mudah mengingat informasi yang diberikan.

Selain itu, para siswa juga diajak untuk berdiskusi tentang keragaman budaya di Asia Tenggara. Mereka diperkenalkan dengan berbagai makanan khas, pakaian tradisional, dan tarian dari negara-negara ASEAN. Dengan cara ini, siswa diharapkan dapat menghargai keragaman budaya dan memahami bahwa meskipun berbeda-beda, negara-negara di Asia Tenggara memiliki banyak kesamaan yang dapat menjadi dasar untuk membangun kerjasama yang erat.

Antusiasme Para Siswa

Kegiatan sosialisasi ini mendapatkan sambutan yang sangat positif dari para siswa dan guru di SDN 1 dan SDN 2 Desa Jatimarto. Para siswa tampak antusias dan bersemangat mengikuti setiap sesi sosialisasi. “Saya senang bisa belajar tentang negara-negara lain di Asia Tenggara. Sekarang saya tahu bahwa kita punya banyak tetangga dan penting untuk bekerjasama dengan mereka,” ujar salah satu siswa kelas 6 SDN 1 Jatimarto.

Guru-guru di sekolah juga memberikan apresiasi yang tinggi terhadap kegiatan ini. Mereka menyadari pentingnya memperkenalkan wawasan internasional kepada siswa sejak dini, supaya mereka bisa tumbuh menjadi individu yang memiliki pandangan luas dan siap menghadapi tantangan global di masa depan. “Kegiatan seperti ini sangat penting untuk menambah wawasan siswa tentang dunia luar, terutama tentang negara-negara tetangga kita di ASEAN. Kami berharap kegiatan ini bisa terus berlanjut di masa yang akan datang,” kata salah seorang guru di SDN 2 Jatimarto.

Harapan dan Kelanjutan Program

Mohammad Alvinsyah berharap bahwa kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi para siswa dan menjadi awal dari program-program serupa yang lebih mendalam di masa depan. “Melalui sosialisasi ini, kami ingin membekali anak-anak dengan pengetahuan dasar tentang ASEAN. Harapan kami, mereka bisa tumbuh dengan pemahaman yang baik tentang pentingnya kerjasama antar negara, serta peran Indonesia di kancah internasional,” ujar Alvinsyah.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program KKN UNISRI yang akan berlangsung selama 40 hari di Desa Jatimarto, Kecamatan Ngadirojo. Dalam program ini, para mahasiswa akan terus berupaya untuk menyelenggarakan kegiatan-kegiatan edukatif yang tidak hanya bermanfaat bagi siswa sekolah dasar, tetapi juga bagi masyarakat desa secara keseluruhan. Dengan berbagai program yang dijalankan, KKN UNISRI berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan kesadaran internasional di kalangan masyarakat Desa Jatimarto.(*)

Komentar