Mahasiswa KKN Unisri Surakarta Ajak Petani Terapkan Pertanian Ramah Lingkungan

banner 468x60

Portalika.com [SOLO] – Seorang mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi Surakarta, Puput Anggrahini, telah melaksanakan sosialisasi program kerja pribadi yang bermanfaat di bidang pertanian di Pos Penyuluh Pertanian, 6 Agustus 2024.

Acara tersebut dihadiri dosen pembimbing lapangan (DPL), Lurah, perangkat desa serta anggota Kelompok Tani Makmur. Menurutnya, kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan konsep pertanian ramah lingkungan kepada petani setempat, sekaligus memberikan pelatihan praktis tentang pembuatan pupuk organik cair dan pestisida nabati.

banner 300x250

Kegiatan dimulai dengan sesi penyuluhan yang dipimpin Puput Anggrahini. Dalam sesi ini, Puput menjelaskan pentingnya beralih ke metode pertanian yang lebih berkelanjutan, dengan fokus pada pengurangan penggunaan bahan kimia sintetis yang dapat merusak ekosistem dan kesehatan manusia.

Baca juga: Mahasiswa KKN Unisri Berikan Edukasi Gemar Menabung, Management Saving Save Your Money Kepada Pelajar SDN 1 Watangsono

Puput menjelaskan berbagai keuntungan dari pertanian ramah lingkungan, termasuk peningkatan kesehatan tanah, pengurangan pencemaran dan keberlanjutan hasil panen.

“Pertanian ramah lingkungan tidak hanya baik untuk lingkungan, tetapi juga dapat meningkatkan kualitas hasil pertanian. Dengan mengurangi ketergantungan pada bahan kimia sintetis, kita bisa mendapatkan produk yang lebih sehat dan berkualitas,” jelas Puput.

Setelah penyuluhan, kegiatan berlanjut dengan sesi praktek pembuatan pupuk organik cair dan pestisida nabati. Para peserta, yang terdiri dari petani lokal dan anggota masyarakat, diajarkan cara-cara sederhana namun efektif untuk memproduksi bahan-bahan pertanian yang ramah lingkungan.

Puput memandu mereka melalui setiap langkah pembuatan pupuk organik cair, yang melibatkan bahan-bahan seperti sampah dapur, air, gula jawa sebagai pengganti molase, air leri sebagai bio starter dan EM4 sebagai decomposer.

“Pupuk organik cair ini mudah dibuat dan dapat memperbaiki kualitas tanah dengan menambahkan unsur hara yang diperlukan oleh tanaman. Selain itu, bahan-bahan yang digunakan sangat mudah didapat dan ramah lingkungan,” kata Puput.

Selanjutnya, peserta diajarkan cara membuat pestisida nabati dari ekstrak bawang putih dengan bahan-bahan bawang putih, lombok dan deterjen sebagai perekat. Pestisida nabati ini merupakan alternatif yang lebih aman dibandingkan dengan pestisida kimia dan dapat membantu mengatasi berbagai hama tanaman tanpa merusak lingkungan.

“Dengan menggunakan pestisida nabati, kita bisa mengurangi dampak negatif terhadap ekosistem dan juga melindungi kesehatan manusia. Ini adalah solusi yang sangat baik bagi petani yang ingin mengelola hama dengan cara yang lebih alami dan berkelanjutan,” tambah Puput.

Puput Anggrahini dan tim KKN kelompok 18 Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta berharap kegiatan ini akan membawa manfaat jangka panjang bagi komunitas pertanian di daerah tersebut. Dengan meningkatnya kesadaran dan pengetahuan tentang pertanian ramah lingkungan, mereka berharap petani lokal dapat menerapkan teknik-teknik ini dan memperoleh hasil yang lebih baik, serta menjaga keberlanjutan lingkungan.

Kegiatan ini adalah bagian dari komitmen Unisri Surakarta dalam mendukung pengembangan pertanian berkelanjutan dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat melalui program KKN.

Walaupun acara sempat mengalami sedikit kendala teknis, termasuk masalah koordinasi dengan peserta namun dengan kerjasama yang solid antara Puput, tim KKN dan perangkat desa, semua masalah dapat diatasi dengan cepat dan efektif. Kegiatan praktek pembuatan pupuk organik cair dan pestisida nabati akhirnya berlangsung dengan baik. (Heris)

Komentar