Portalika.com [SUKOHARJO] – Mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, mengadakan kegiatan kesehatan di Kampung Gudangsari RT 01, 02 dan 03, Kelurahan Gayam, Kecamatan/Kabupaten Sukoharjo. Acara pada 29 Juli 2024 ini diikuti para kader jumantik, bidan Kelurahan Gayam serta mahasiswa KKN TIM II Undip 2024.
Salah satu pioner dalam kegiatan ini adalah Zalfa Sekar Nurjannah Wing, mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat dari Fakultas Kesehatan Masyarakat, Undip. Zalfa bersama tim melakukan pemeriksaan jentik nyamuk secara door to door, mendatangi rumah-rumah warga untuk memastikan tidak ada sarang nyamuk di lingkungan mereka.
Selain itu, dia memberikan penyuluhan kepada warga mengenai bahaya Demam Berdarah Dengue (DBD). Fokus materi penyuluhan pada peningkatan kesadaran tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
Baca juga: Pendampingan Tata Kelola BUMDes Sesuai PP Nomer 11 Tahun 2021 Oleh KKN Undip
Penyuluhan ini mencakup cara-cara efektif dalam mencegah perkembangbiakan nyamuk, seperti membersihkan tempat penampungan air secara rutin, menggunakan kelambu, obat nyamuk atau lotion anti nyamuk.
Sebagai langkah preventif tambahan, warga juga diberikan obat abate yang diharapkan dapat menekan angka perkembangbiakan nyamuk penyebab DBD di wilayah tersebut. Kegiatan ini mendapat tanggapan positif dari masyarakat, terlihat dari antusias warga saat mengikuti pemeriksaan dan mendengarkan penyuluhan.
Masyarakat tidak hanya antusias mendengarkan, tetapi juga aktif bertanya mengenai materi terkait dan juga tambahan informasi lain, terutama mengenai penggunaan obat abate.
Adapun, dalam kegiatan pemeriksaan jentik ini, Zalfa turun langsung dan beriteraksi dengan masyarakat setempat. Pada momentum emas ini, Zalfa sekaligus memberikan edukasi bagi masyarakat untuk lebih aware terhadap kebersihan lingkungan rumahnya.
Tidak hanya itu, kegiatan ini menjadi sebuah solusi untuk mengurangi serta mencegah adanya kasus DBD di masyarakat. Dari hasil evaluasi yang dilakukan, ditemukan bahwa dari 75 rumah kepala keluarga (KK) yang diperiksa, terdapat beberapa rumah masih ada telur dan larva nyamuk.
Hal ini menunjukkan meskipun sudah ada upaya untuk meningkatkan kesadaran warga, tantangan masih ada dalam mendorong warga untuk lebih rutin melakukan pembersihan lingkungan dan penggunaan obat abate.
Selain kegiatan terkait DBD, program kerja monodisiplin lain yang dilaksanakan adalah pendampingan mengenai penyakit hipertensi dengan tema Cegah dan Kendalikan Hipertensi yang berlangsung pada tanggal 25 Juli 2024 di Posyandu Lansia Ngudi Mulyo II, Kampung Larangan Kulon, Kelurahan Gayam.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan, khususnya di kalangan lansia.
Tidak hanya itu, Zalfa bersama tim KKN Universitas Diponegoro yang berlokasi di Kelurahan Gayam juga melaksanakan kegiatan Geliga – Gerakan Lindungi Gizi Anak – yang berfokus mencegah dan mengatasi stunting pada anak. Kemudian, kegiatan yang mengeksplorasi potensi UMKM juga dilaksanakan berupa Menggali Potensi UMKM Melalui E-commerce, Media Sosial, dan Pembuatan NIB. (*)
Penulis: Zalfa Sekar Nurjannah Wing
Editor: Suryono












Komentar