Pemkab Trenggalek Launcing Rumah Terapi Tumbuh Kembang. Tidak Perlu Ke Solo Lagi

banner 468x60

Portalika.com [TRENGGALEK, JATIM] –  Pemerintah Kabupaten Trenggalek, Provinsi Jawa Timur melauncing Rumah Terapi Tumbuh Kembang bagi penyandang disabilitas.

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Trenggalek, Novita Hardini, SE berharap rumah terapi ini bisa diakses oleh seluruh masyarakat. Dengan begitu setiap orang tua atau wali murid yang memiliki anak disabilitas tidak perlu jauh-jauh ke luar Trenggalek.

banner 300x250

Rumah Terapi yang digagas Pemkab Trenggalek bertempat di salah satu ruang di Kantor Dinas Sosial PPPA Kabupaten Trenggalek.

Baca juga: Kementerian PUPR Bangun Rusun Khusus Penyandang Disabilitas Di Kota Surakarta

Menurut penggiat perempuan, anak, disabilitas dan kelompok rentan ini, rumah terapi merupakan cita-cita lama.

Ketua TP PKK Trenggalek, Novita Hardini menghibur anak berkebutuhan khusus di rumah tumbuh kembang yang baru di-launching. (Portalika.com/Rudi Sukamto)

“Sudah lama ingin kami bangun di Trenggalek agar layanan untuk tumbuh kembang anak-anak berkebutuhan khusus tidak usah jauh-jauh ke Surakarta. Bagaimana layanan yang ada di Surakarta yang demikian terpadunya juga bisa dilakukan di Trenggalek. Kita belajar ke Surakarta dan Alhamdulillah juga mendapat support penuh dari Surakarta, tidak hanya pembelajaran, atau keilmuan, tapi support itu juga berupa anggaran,” lanjut Novita.

Menurutnya, kedepan akan dikembangkan pusat pelayanan terpadu untuk anak-anak berkebutuhan khusus. “Hal ini bisa mewakili dari harapan setiap wali murid yang memiliki anak berkebutuhan khusus sehingga tidak harus ke luar kota, di Trenggalek juga bisa.”

Layanan ini juga sesuai dengan harapan masyarakat seperti yang disampaikan bapak bupati, bisa disentuh dan diakses oleh masyarakat di setiap desa. Novita mengatakan geografis Kabupaten Trenggalek agak sedikit susah untuk diakses oleh teman-teman berkebutuhan khusus.

Baik dari segi jalannya maupun anggaran. Dibutuhkan gotong royong, kerjasama antara pemerintah daerah, kecamatan, desa kemudian aktivis ataupun relawan untuk bisa menghantarkan. Atau paling tidak menelepon untuk memperkuat jaring komunikasi dimana mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Untuk masyarakat yang datang ke sini mungkin butuh penginapan, nanti akan kami siapkan pilihan untuk dijadikan rumah singgah bagi masyarakat yang mungkin jauh untuk bisa singgah melatih anaknya seminggu dua kali,” ujarnya. (Rudi Sukamto)

Komentar