Peresmian CFD Kartasura di Jalan Sepanjang 1,3 KM Disesaki Lautan Manusia

banner 468x60

Portalika.com [SUKOHARJO] – Peresmian kawasan car free day (CFD) Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Provinsi Jateng di penggal Jalan Slamet Riyadi disesaki lautan manusia. Kegiatan yang digelar bertepatan dengan hari jadi ke-343 Kartasura ini juga diadakan Festival Internasional Bebek Kartasura (FIBK).

“CFD perdana di Jalan Slamet Riyadi Kartasura ini dilaksanakan hari Minggu pukul 07.00 – 09.00 WIB,” ujar Bupati Sukoharjo, Etik Suryani dalam sambutan peresmian CFD di Kartasura, Minggu (17/9/2023) pagi.

banner 336x280

Seperti di kota-kota lainnya, kata dia, kegiatan CFD di Kartasura juga meniadakan kendaraan bermotor lalu-lalang pada jam tersebut. Dia menjelaskan CFD ini juga berguna untuk mengurangi polusi udara, sehingga diharapkan CFD tak hanya digelar Minggu (17/9/2023) atau sekali saja.

Baca juga: Aksi Doodle Ajak Pengunjung CFD Slamet Riyadi Solo Berinteraksi Dalam Pre Event Siklus Exhibition

Terkait hal itu pihaknya akan mengadakan uji coba selama dua bulan. Menurut Etik jika CFD di Jalan Slamet Riyadi, Kartasura sepanjang 1,3 kilometer berjalan lancar, kegiatan ini bisa dilanjutkan lagi secara berkesinambungan pada hari-hari Minggu berikutnya.

Untuk itu masyarakat diminta menjaga kebersihan, kerukunan dan kekompakan. Dengan CFD, papar dia, masyarakat diharapkan bisa memanfaatkan momen itu untuk refreshing, olahraga, bersosialisasi, bercengkrama, bertegur sapa antarwarga masyarakat Kartasura.

Sejumlah penari kebo kinul bersiap menari saat peresmian car free day di Kartasura, Sukoharjo, Jateng, Minggu (17/9/2023) pagi. (Portalika.com/Iskandar)

CFD juga diharapkan bisa menggerakkan roda perekonomian masyarakat Kartasura dengan UMKM-nya. Dia menilai sambutan masyarakat dengan digelarnya CFD sangat antusias.

Etik mengklaim warga memberi dukungan luar biasa antusias. “Saya tadi sempat nanya ke warga tentang CFD dan mereka semuanya menyambut gembira. Harapan kami tentu CFD ini digelar setiap Minggu. Untuk itu masyarakat harus berkomitmen menjaga kebersihan lingkungan.”

Sehingga, ujar Etik, ketika CFD selesai sampah dari berbagai kegiatan segera dibersihkan tidak berserakan di lokasi.
Sementara itu salah satu panitia CFD dan FIBK, Budi Arkaeno mengatakan gagasan menggelar event tersebut dimulai dengan berbagai diskusi panjang sejak Juni lalu.

Karena itu dia mengaku puas dengan terealisasinya gagasan tersebut. “Untuk mewujudkan gagasan ini kami lakukan dengan proses panjang. Karena itu kami bersyukur bisa terealisasi meskipun masih ada kekurangan di sana-sini,” ujar dia ketika ditemui di lokasi.

Pantauan di lokasi, sebelum CFD diresmikan Bupati Sukoharjo, setidaknya ratusan warga mengikuti senam massal. Setelah itu acara dilanjutkan dengan tarian Kebo Kinul yang diikuti warga berbagai usia lengkap dengan kostum serba merah dan mengenakan topi bertanduk layaknya hewan kerbau. (Iskandar)

Komentar