Rayakan Kejayaan Batik, SBMF Gelar Pameran Dan Konser Musik Lintas Generasi

banner 468x60

Portalika.com [SOLO] – Untuk merayakan kebangkitan kembali Batik Nusantara, Ruang Berbagi lde (RBI) bersama BNI akan menggelar BNI Solo Batik Music Festival (SBMF) 2023 di Pamedan, Pura Mangkunegaran, 30 September – 2 Oktober 2023.

Hadirnya artis-musisi lintas generasi pada gelaran ini, diharapkan bisa meramaikan pameran batik dan kerajinan yang menjadi misi utama pada upaya mendorong pertumbuhan industri batik, terutama pelaku usaha mikro-kecil dan menengahnya.

banner 336x280

Sehingga, batik nasional go global bisa segera terwujud. “Kita tahu, pemerintah sangat serius memperkenalkan batik dan kekayaan warisan budaya Nusantara melalui beragam forum-forum dunia, seperti Presiden Jokowi menjadikan batik sebagai pakaian resmi tamu-tanu negara pada perhelatan kelas dunia seperti KTT Asean, pertemuan G20 dan acara kenegaraan resmi lainnya,” kata Pemrakarsa Perhelatan BNI Solo SBMF 2023, Blontank Poer saat konferensi pers di Hotel Sunan, Jalan A Yani, Kerten, Laweyan, Solo, Jateng, Jumat (22/9/2023) sore.

Baca juga: Hotel Asia Masuk 10 Besar Terbaik Di Solo Karena Treatmen Khusus. Apa itu…?

Menurut dia ada 10 artis-musisi lintas genre dan lintas generasi yang akan tampil menyemarakkan panggung selama tiga hari perhelatan. Menariknya, artis yang tampil mewakili generasi 80-an, generasi 90-an dan generasi milenial.

Di hari pertama SBMF 2023, Sabtu, 30 September, tiga artis yang tampil adalah rocker Roy Jeconiah, unit reggae asli Kota Solo Samalona dan band indie folk asal Kota Pahlawan Silampukau.

Pemrakarsa Perhelatan BNI Solo SBMF 2023, Blontank Poer (tengah) memberi keterangan pers saat konferensi pers di Hotel Sunan, Jalan A Yani, Kerten, Laweyan, Solo, Jateng, Jumat (22/9/2023) sore. (Portalika.com/Iskandar)

Hari kedua, Minggu, 1 Oktober, pengunjung bakal dihibur penampilan musisi dari Yogyakarta Encik Sri Krishna, Chappy Hakim and The Playsets dan pengentak lantai disko Diskoria.

Hari ketiga, Senin, 2 Oktober, ada penampilan grup asal Kota Solo Genk Kobra, aksi panggung dari ldgitaf dan ditutup penampilan Si Burung Camar Vina Panduwinata yang akan diiringi musik orkestra dari Cadenza Orchestra.

Blontank mengutarakan batik, yang menjadi landasan spirit dalam helatan ini, bakal menghias di sekujur venue. Ornamen-ornamen batik akan dihadirkan, diharapkan membuat suasana venue menjadi eksotik dan asyik.

Sejumlah perajin batik dari berbagai daerah pun bakal dihadirkan ke venue, untuk memamerkan karya adiluhurig warisan budaya bangsa yang masih eksis hingga kini. Mereka perajin batik dari Solo, Temanggung, Wonosobo, hingga Papua.

Di area festival, papar dia, juga akan ada puluhan stan kuliner yang sudah diseleksi dengan baik, agar tak mengecewakan pengunjung festival. Setting lokasi juga ditata sedemikian rupa, agar memberi kenyamanan bagi pengunjung dalam menikmati sajian musik, sekaligus menikmati sajian kuliner yang disiapkan para tenant.

Bagi penyuka foto-foto, akan banyak spot Instagrammable yang bertebaran di area festival. Puluhan artis mural akan terlibat menghias sekeliling lokasi dengan karya-karya mereka.

Penikmat musik yang ingin datang ke SBMF 2023, dapat membeli tiket secara online di bakoelkarcis. com dan di beberapa tempat di Solo, selain di area festival.

“Tiket berlaku untuk masuk di area konser musik dan seluruh Pamedan Mangkunegaran. Sedang area pameran kerajinan batik dan kuliner terbuka untuk umum,” papar Blontank.

Dia menjelaskan akses masuk lokasi hanya disediakan satu pintu, yakni dari arah barat (seberang Polsek Banjarsari). Untuk harga tiket presale 1 Rp50.000 dan presale 2 Rp75.000. Sedangkan harga tiket On The Spot (OTS) dibanderol Rp100.000.

Setiap pembelian tiket untuk semua kategori (presale 1, presale 2 dan OTS) akan mendapat kupon senilaı Rp20.000 yang hanya bisa digunakan untuk belanja di stan-stan.

Seperti diketahui sejak batik ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda (intangible cultural heritage) oleh Unesco pada 2 Oktober 2009, perkembangan batik terus mengalami peningkatan. Upaya membangkitkan kembali batik Indonesia secara serius dilakukan Joko Widodo ketika menjadi Wali Kota Surakarta, pada 2005.

Saat ini batik tidak lagi didominasi masyarakat Jawa-Madura seperti di Pekalongan, Yogyakarta, Lasem, Solo, Pamekasan, Banyuwangi dan sebagainya. Batik sudah menembus batas wilayah kepulauan seperti Sumatra hingga Papua.

Dengan perkembangan itu, lantas muncul semakin banyak motif baru yang semakin memperkaya keragaman batik. Lebih lanjut Blontank mengatakan tahun lalu Pemerintah Kota Surakarta melalui Wali Kota Gibran Rakabuming Raka menggelar event khusus kebudayaan Surakarta di Paris. Kegiatan itu berimbas pada dilakukannya ekspor produk-produk lokal, termasuk batik dan aneka produk UMKM lainnya. (Iskandar)

Komentar