Striker Mali U-17 Terkejut Masyarakat Indonesia Dukung Timnya

banner 468x60

Portalika.com [SOLO] – Penyerang timnas sepakbola Mali U-17, Salif Noah Leintu, merasa sangat terkesan dengan dukungan yang diberikan masyarakat Indonesia selama berlaga di Piala Dunia U-17 2023.

Saat terakhir kali menghadapi Perancis U-17 pada semifinal Piala Dunia U-17 2023, Tim Mali U-17 justru mendapat dukungan dari penonton yang hadir di Stadion Manahan, Solo, Jateng Selasa, 28 November 2023. Bagi Salif, dukungan semacam ini terasa sangat spesial.

banner 336x280

“Saya sebetulnya cukup terkejut. Di tengah pertandingan, saya mendengar para penonton meneriakkan dukungan untuk negara kami, Mali, Mali, Mali. Ini sangat mengejutkan saya,” kata Salif di Solo seperti disebut dalam siaran pers media center Piala Dunia U-17 Kominfo, Kamis, 30 November 2023.

Baca juga: Berharap Lagi Dukungan Suporter Indonesia, Tim Mali Siap Ladeni Argentina Rebut Juara 3

Menurut Salif, dukungan tersebut mungkin tak terlepas dari gaya permainan The Eagles. Pasalnya Mali U-17 menampilkan aksi-aksi atraktif di lapangan. Hal inilah yang membuat penonton merasa terhibur dan memberikan semangat untuk Mali.

“Saya pikir, dukungan yang diberikan penonton Indonesia ini tak terlepas dari permainan sepakbola kami yang atraktif. Jadi, mereka menyukainya dan mendukung kami karena gaya permainan itu,” ujar pemain asal klub Amerika Serikat, Bethesda Olney itu.

Kini, para pemain Mali sudah melupakan kegagalan mereka melaju ke final Piala Dunia U-17 2023. Mereka sudah mulai mengalihkan fokus untuk menghadapi Argentina U-17 pada babak perebutan peringkat ketiga.

Penyerang Timnas Mali U-17, Salif Noah Leintu siap hadapi perebutan juara tiga melawan Argentina kejuaraan Piala Dunia U-17 di Stadion Manahan Solo, Jateng, Jumat, 1 Desember 2023. (Portalika.com/LOC Piala Dunia U-17)

Bentrok kedua kesebelasan di Stadion Manahan akan digelar Jumat, 1 Desember 2023 pukul 19.00 WIB. Salif menyebut, rekan-rekannya memiliki ambisi besar menggulung La Albiceleste julukan tim Argentina demi membawa pulang medali perunggu.

“Kami sudah menyadari bahwa pertandingan terakhir telah berakhir. Sebab, kami masih memiliki pertarungan yang ketat di babak perempat final,” ujar pemain berpostur 182 cm tersebut.

“Jadi, sekarang kami menganggap laga ini seperti final. Semua pemain sudah mulai mengalihkan konsentrasinya untuk menghadapi pertandingan ini. Itulah fokus utama kami sekarang,” tegas dia. (Iskandar)

Komentar