Portalika.com [SOLO] – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perpustakaan Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menyelenggarakan seminar dan workshop nasional peningkatan publikasi karya ilmiah. Tema yang diangkat adalah Publikasi Karya Ilmiah di Era Society 5.0 & Konsorsium Jurnal Bidang Perpustakaan dan Kearsipan, pada Selasa dan Rabu, 2 dan 3 September 2024 di Hotel Asia Surakarta.
Pengelola jurrnal pustaka Ilmiah UPT Perpustakaan UNS menjalin kerja sama dengan Ikatan Sarjana Ilmu Perpustakaan dan Informasi Indonesia (ISIPII) demi merealisasikan seminar dan workshop nasional. Acara dibuka Plt Sekretaris LPPM UNS, Dr Dimas Rahadian Aji Muhammad, STP, MSc, Kepala UPT Perpustakaan UNS, Burhanudin Harahap, SH,.MSi, PhD dan Presiden ISIPII, Wien Muldian, turut hadir di tengah-tengah peserta. Kegiatan ini dihadiri pustakawan, arsiparis, serta dosen dari Aceh, Padang, Bandung, Yogyakarta hingga Merauke.
Burhanudin mengatakan peran pustakawan sangat penting dalam memberikan kemudahan bagi pengguna perpustakaan. Potensi teknologi informasi di era 5.0 perlu dimanfaatkan oleh para pustakawan dalam meningkatkan mutu layanan, khususnya dalam hal publikasi karya ilmiah.
Melalui seminar dan workshop ini, diharapkam akan lahirnya pengembangan peranan pustakawan.
“Kegiatan ini bertujuan untuk mewujudkan pengembangan peranan pustakawan di dalam pengembangan teknologi,” tutur Burhanudin.
Senada dengan hal tersebut, Wien Muldian mengatakan keilmuan perpustakaan dan kearsipan mengalami perkembangan pesat sejak pandemi covid-19. Hal tersebut berkaitan dengan cara manusia memperoleh informasi dan pengetahuan.
Dunia perpustakaan dinilai memiliki potensi untuk maju sejalan dengan berkembangnya teknologi pasca pandemi.
“Baiknya tulisan-tulisan kita bisa berperan dan berdampak untuk perubahan yang signifikan di tengah masyarakat,” ujar Wien.
Sedangkan Dimas Rahadian menilai tema seminar dan workshop UPT Perpustakaan UNS relevan dengan kinerja perguruan tinggi. Penerbitan karya ilmiah menjadi kian mudah setelah adanya akselerasi perkembangan teknologi informasi.
Selain itu, publikasi ilmiah berkaitan juga dengan berbagai capaian target UNS baik di tingkat nasional dan internasional.
“Perguruan tinggi seperti UNS menjadi lembaga yang mengkoordinasikan sebuah penelitian. Hasil penelitiannya kemudian dikirimkan ke pengelola jurnal untuk diterbitkan. Untuk di UNS, koordinator pengelola jurnal ada di LPPM [Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat]. Hasil karya yang telah dipublikasikan kemudian masuk ke perpustakaan,” terang Dimas.
Memasuki acara ini, terdapat beberapa sesi yang memberikan berbagai materi sesuai dengan tema yang diangkat. Pemateri pertama adalah Dwi Fajar Saputra, SSos, MM dari Universitas Pembangunan Nasional Veteran (UPNV) Jakarta & Relawan Jurnal Indonesia (RJI).
Ia menjelaskan tentang Pemanfaatan Artificial intelligence (AI) dalam Tata Kelola Online Journal Systems. Dwi Cahyo Yanuargo, SHum menjadi moderator sesi ini.
Pemateri kedua adalah Wina Erwina, MA, PhD, selaku Kepala Pusat Pengelolaan Pengetahuan Universitas Padjajaran (Unpad). Ia menjelaskan mengenai materi bertajuk Optimalisasi dan Pengembangan GLAM di era Society 5.0.
Pemateri ketiga yakni Wien Muldian selaku Presiden ISIPII 2024-2029 dan Ketua Umum Perhimpunan Literasi Indonesia. Ia menyampaikan mengenai Perkembangan Ilmu Perpustakaan di Era Society 5.0. Tri Hardian Satyawardhana, ST, MA menjadi moderator pada sesi ini.
Diharapkan dengan adanya acara seminar dan workshop nasional dapat meningkatkan pengetahuan dan kompetensi pustakawan, arsiparis dan dosen dalam mengelola jurnal dan publikasi karya ilmiah di bidang perpustakaan dan kearsipan. (Triantotus)












Komentar