Portalika.com [SOLO] – Pasca viralnya berita mengenai ayam goreng Widuran yang ternyata memiliki produk olahan makanan non halal namun tidak mencantumkan keterangan tersebut sedari dulu, Walikota Surakarta, Respati Ardi melakukan sidak dan penutupan sementara sejak Senin, 26 Mei 2025.
Penutupan hingga menunggu hasil asesmen keluar terhadap produk makanan tersebut. Sedangkan Pusat Usaha Layanan Terpadu (PLUT) Surakarta mengalami lonjakan kunjungan terutama di bidang kelembagaan/legalitas UMKM.
Banyak pelaku usaha di bidang kuliner yang meminta pendampingan terkait keterangan halal/non halal pada produk olahan makanan. Hal ini disampaikan Bagus Aji, pegawai Bidang Kelembagaan/Legalitas UMKM PLUT yang menyebutkan pihaknya memiliki SDM yang siap mewadahi topik ini dan siap melakukan pendampingan.
“Ada lonjakan kunjungan, artinya ini tingkat kesadaran pelaku kuliner lebih meningkat, ya karena PLUT UMKM Center juga ada SDM yang mewadahi untuk hal ini,” terangnya ditemui Rabu, 28 Mei 2025.
Sebelumnya PLUT UMKM Center telah aktif mendampingi para pelaku UMKM olahan makanan dan minuman untuk memastikan produknya halal.
“Kita bisa, tapi terbatas untuk produk-produk UMKM makanan dan minuman olahan dengan tingkat risiko kritis yang rendah sebagaimana tertuang di keputusan Badan Penyelenggaran Jaminan Produk Halal (BPJPH), kita juga survei lokasi usaha untuk memastikan halal produk,” ungkapnya.
Terkait kepengurusan sertifikasi halal pada restoran, pihaknya siap menjembatani dengan LPPOM MUI.
“Untuk warung makan dan resto kita belum bisa melakukan pendampingan hingga terbit sertifikat, yang bisa kami lakukan adalah memberi edukasi mengenai sistem jaminan produk halal. Nanti akan kita jembatani dengan LPPOM MUI,” jelas Bagus.
Diketahui total pengajuan halal yang telah ditangani PLUT Surakarta mencapai 985 ajuan di dua tahun terakhir dari 2023 sampai 2025 (Naharudin)












Komentar