2024, Anggaran Ditjen Perumahan Capai Rp9,25 T

banner 468x60

Portalika.com [JAKARTA] – Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR pada tahun 2024 mendatang akan mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp9,25 Triliun untuk melaksanakan sejumlah program pembangunan perumahan untuk masyarakat. Anggaran tersebut akan digunakan untuk pelaksanaan pembangunan perumahan untuk masyarakat antara lain rumah susun (Rusun), rumah khusus (Rusus), rumah swadaya, rumah umum dan komersial serta dukungan teknis lainnya.

“Alokasi pagu anggaran Ditjen Perumahan tahun 2024 mendatang sebesar Rp9,25 Triliun,” ujar Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Iwan Suprijanto saat menyampaikan Program Kerja Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi V DPR RI di Senayan, Jakarta, Kamis (7/9/2023).

banner 336x280

Iwan menerangkan, ada sejumlah target prioritas pembangunan yang akan dilaksanakan Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR pada tahun depan. Selain itu, pemerintah juga terus berupaya menyediakan hunian layak bagi masyarakat sekaligus mengurangi backlog perumahan di Indonesia.

Baca juga: Jaga Integritas Dan Cegah Penyuapan, 10 Balai P2P Kementerian PUPR Terapkan SMAP

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Perumahan, ada sejumlah program yang akan dilaksanakan antara lain pembangunan rumah susun (Rusun) sebesar Rp7,05 T yang akan digunakan untuk lanjutan pembangunan Rusun ASN dan Hankam di IKN sebanyak 2.585 unit atau 47 tower dan lanjutan pembangunan Rusun Multi Years Contract (MYC) 2023 – 2024 sebanyak 2.316 unit atau 56 tower.

Portalika.com/Ist

Selain juga juga ada program pembangunan rumah khusus (Rusus) sebesar Rp 0,276 T untuk lanjutan pembangunan Rumah Tapak Jabatan Menteri di IKN sebanyak 36 unit dan lanjutan pembangunan Rumah Khusus terdampak bencana dan/atau konflik sosial di Lebak, Banten dan Pulau Haruku sebanyak 553 unit.

Guna meningkatkan kualitas rumah swadaya, Direktorat Jenderal Perumahan juga akan kembali melaksanakan  pembangunan rumah swadaya senilai Rp 1 T dan akan diusulkan naik menjadi Rp 1,2 T.  Untuk pembangunan rumah swadaya akan menggunakan skema Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) melalui Program Padat Karya semula 45.872 unit diusulkan menjadi 55.046 unit.

Selanjutnya untuk program pembangunan Rumah Umum dan Komersial senilai Rp 0,298 T yang akan digunakan untuk pembangunan prasarana, sarana dan utilitas (PSU) yang semula 26.736 unit menjadi Rp0,198 T untuk 17.776 unit untuk perumahan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang tersebar di beberapa provinsi dalam rangka mendukung capaian Program Sejuta Rumah (PSR) bagi MBR.

Selain itu, anggaran juga akan digunakan untuk dukungan teknis lainnya semula sebesar Rp 0,272 T yang akan dilakukan efektifitas menjadi Rp 0,172 T untuk pelaksanaan kegiatan Pengaturan, Pembinaan dan Pengawasan Kebijakan dan Program Penyelenggaraan Perumahan. Sedangkan untuk dukungan manajemen Rp 0,355 T untuk pembayaran gaji, tunjangan, operasional dan pemeliharaan kantor.

“Kami juga akan mendorong Program Padat Karya guna mendorong masyarakat agar bisa terlibat dan bekerja dalam pembangunan rumah swadaya,” harapnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Anggota Komisi V DPR RI, Pejabat Tinggi Pratama dan Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (BP2P) di lingkungan Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR. (Trianto)

Komentar