Portalika.com [SOLO] – Sebagai generasi penerus bangsa, mahasiswa memiliki peran penting dalam pembangunan masyarakat. Salah satu wujud nyata dari peran tersebut melalui kegiatan bakti sosial.
Menurut Winda Wijayanti, mahasiswi prodi Agroteknologi Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Solo, bakti sosial merupakan kegiatan oleh mahasiswa untuk membantu masyarakat baik dalam bentuk materi maupun non materi.
Winda menyatakan baksos yang dilakukan sebagai kegiatan projek kemanusiaan dalam mata kuliah keslametriyadian. “Kami mahasiswa Fakultas Pertanian angkatan 2023 Unisri Surakarta mengadakan kegiatan sosial, dengan mendonasikan sembako dan mengenalkan cara menanam dan melabel nama tanaman pada anak-anak Yayasan Hati Tulus Indonesia Surakarta,” katanya.
Baca juga: Unisri Siap Buka Fakultas Teknik, Bisnis Digital, S2 Kenotariatan Dan S2 Manajemen Pendidikan
Dia menjelaskan kegiatan dilakukan 14 Juni 2024 di Yayasan Hati Tulus Indonesia di Jl Merbabu Raya, RT 03 RW 09, Mojosongo, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta, Jawa Tengah. Panti asuhan ini berisikan adik-adik yang masih sekolah dasar.
“Untuk projek ini kami memilih Panti Asuhan Yayasan Hati Tulus Indonesia dan bertajuk menerapkan nilai-nilai keslametriyadian dalam kehidupan. Di panti ini kami ada beberapa point kegiatan yaitu, pengenalan tentang pahlawan Slamet Riyadi dan nilai-nilai keslametriyadian seperti disiplin, percaya diri, berani dan tegas, jujur dan berempati, rela berkorban, semangat pantang menyerah, kerjasama serta menanam dan mengenal beberapa jenis sayuran dan perawatannya,” jelasnya.
Lebih lanjut dia menyatakan kegiatan menanam untuk mengedukasi agar adik-adik bisa menanam tumbuhan secara mandiri dan mengajarkan mereka untuk mencintai lingkungan sekitar.
“Kegiatan dilakukan dengan berkelompok sehingga melatih kerja sama dan kekompakan mereka. Kami juga mengenalkan tentang sejarah pahlawan Slamet Riyadi. Setelah itu kami berkumpul dengan adik -adik, dan mulai bernyanyi bersama tentang lagu anak-anak diiringi dengan alat musik,” katanya.
Selama bernyanyi diselingi tebak kata tentang hewan dan game lainnya. “Kegiatan ini sebagai pencerminan nilai keslametriyadian, berani, jujur, semangat pantang menyerah dan tampil percaya diri. Kami mengajarkan adik-adik untuk lebih berani berkomunikasi dengan siapa saja dan mengajarkan kepercayaan diri,” ujarnya.
Pengurus panti, menurut Winda menyampaikan terima kasih dan berharap suatu saat kembali lagi dengan membawa kebahagiaan.
Winda menyatakan kegiatan bakti sosial mahasiswa merupakan bukti nyata pengabdian masyarakat. Melalui kegiatan ini, mahasiswa dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat sekaligus mengembangkan diri menjadi individu yang berjiwa sosial dan memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan sekitar.
“Dengan melakukan berbagai macam kegiatan bakti sosial tersebut, Unisri maupun mahasiswa-mahasiswinya dapat bersinergi dengan masyarakat lokal dalam memberikan kontribusi dan manfaat bagi masyarakat sekitar serta melakukan kerjasama dengan organisasi-organisasi lain dalam melakukan aktivisme bakti sosial. Mahasiswa dapat mengembangkan rasa empati, kepedulian sosial, dan jiwa kepemimpinan. Selain itu, mahasiswa juga dapat mengasah keterampilan komunikasi, kerja sama tim, dan manajemen acara,” tandasnya. (Suryono)












Komentar