Portalika.com [BOYOLALI] – Seni pertunjukan tradisional sebagai dinding kebudayaan Indonesia tampaknya mulai tertinggal dan terabaikan. Perjuangan di tengah arus pergantian generasi mulai melemah.
Tanpa manajemen yang baik, masa depan seni pertunjukan tradisional Indonesia tidak baik-baik saja. Oleh sebab itu, seorang mahasiswa KKN Tim II Undip Semarang bernama Dinda Iqlima Salsabila dari jurusan Sastra Indonesia menginisiasi pengoptimalan manajemen seni pertunjukan tradisional.
Program yang dihadiri anggota karang taruna ini dilaksanakan pada 2 Agustus 2024 di Tumpi Readhouse, sebuah yayasan yang bergerak di bidang sosial dan pendidikan. Karang taruna Desa Pentur, Kecamatan Simo, Kabupaten Boyolali memiliki potensi besar sebagai sumber daya manusia yang mampu menggerakkan seni pertunjukan tradisional karena sebagian besar anggotanya merupakan pelaku kesenian.
Pada tahapan awal, Dinda Iqlima Salsabila memberikan paparan materi mengenai garis besar organisasi seni pertunjukan tradisional yang ada di Indonesia dan bentuk-bentuk manajemennya.
Pada tahap selanjutnya, Dinda Iqlima Salsabila secara aktif mendampingi anggota karang taruna untuk mengetahui dan memahami bentuk organisasi seni pertunjukannya.
Setelah melalui tahapan tersebut, mulai dilakukan analisis bentuk manajemen yang tepat untuk setiap organisasi seni pertunjukan tradisional anggota karang taruna.
Sebagai sebuah catatan, disediakan flipbook berupa panduan memanajemen organisasi seni pertunjukan yang dapat diakses kapan saja dan di mana saja.
Menurut anggota karang taruna yang hadir, program ini sangat membantu untuk memberikan gambaran optimal bagaimana sebuah organisasi seni pertunjukan tradisional dapat berjalan dan bertahan.
Sambutan antusias anggota karang taruna terhadap program ini dapat menjadi nafas segar bagi seni pertunjukan tradisional di Desa Pentur. (*)
Penulis: Dinda Iqlima Salsabila
Editor: Suryono












Komentar