Expert Executive Indonesia Siap Bantu Atasi Bisnis Macet

banner 468x60

Portalika.com [SOLO] – Pemasaran menjadi salah satu kunci bisnis atau usaha bisa berjalan dengan lancar. Namun tidak setiap orang bisa atau mengerti bagaimana cara memasarkan dagangan atau produk agar laku.

Terkait itu salah satu pusat pelatihan marketing bisnis dan eksekutif Expert Executive Indonesia (EEI) bekerja sama dengan PT Nawasena Expert Indonesia dan Sekolah Bisnis Retail Indonesia (SBRI), siap membantu mengatasi bisnis yang macet, dengan mengikuti pelatihan yang telah diprogramkan.

banner 300x250

“Ada program latihan selama tiga bulan dan program D1 yang ditempuh satu tahun dan ini nanti mendapat sertifikat,” ujar Chairman CEO EEI, Ika Florentina saat launching company EEI pusat pelatihan marketing bisnis dan eksekutif di Hotel Paragon, Solo, Jateng, Sabtu, 17 Agustus 2024.

Baca juga: Mahasiswa KKN Unisri Solo Sosialisasikan Financial Literacy Dan Locus of Control Pada Siswa SDN 1 Kembang

Menurut dia bagi pengusaha yang saat ini bisnisnya stuck bisa join dengan EEI. Nanti mereka yang bergabung dalam satu bulan akan mendapat berbagai cara mengatasi hambatan.

Di antaranya mereka akan dibimbing cara bagaimana performance seorang marketing, cara ngomong, cara bikin janji, cara negosiasi, cara presentasi produk sampai cara dealing, negosiasi, sampai bagaimana meeting clien.

Berbagai kiat tersebut dinilai merupakan suatu yang urgen yang dibutuhkan oleh khalayak saat ini. Sehingga mereka yang jualan atau usahanya stuck bisa bergabung mengikuti program tiga bulan.

Namun bagi mereka yang ingin mendapatkan sertifikat atau ijazah D1 dipersilakan mengikuti program pelatihan satu tahun. Dalam program ini dilakukan pendidikan enam bulan di kelas yang didalamnya ada kelas-kelas sesi praktik.

Chairman CEO EEI, Ika Florentina (tengah) didampingi Direktur PT Nawasena Expert Indonesia, Yuliastiti Kartikasari (kanan) dan Direktur Executive SBRI, Aminudin Muchtar memberi sambutan saat launching company EEI pusat pelatihan marketing bisnis dan eksekutif di Hotel Paragon, Solo, Jateng, Sabtu, 17 Agustus 2024. (Portalika.com/Iskandar)

“Jadi untuk pembelajaran kita 30 persen teori dan 70 persen praktik di dalam kelas. Hanya kalau D1 ini pastinya akan lebih dalam lagi. Jadi setelah enam bulan pendidikan di dalam kelas plus enam bulan magang, bisa dikatakan setelah magang sudah bisa dipakai atau di-hire di perusahaan,” ujar dia.

Mereka telah digembleng para pengajar berkompeten di bidangnya ini dinilai layak direkomendasikan bekerja sebagai marketing atau sales eksekutif. Saat ini program pengajaran yang telah dilakukan sejak 2012 telah banyak mencetak lulusan yang memadai.

Bahkan, kata Ika, sudah banyak alumni yang menggunakan bukunya sebagai acuan, panduan maupun guidance untuk menjadi sales eksekutif, menjadi sales manager, marketing manager, director of sales, general manager, jadi dosen dan sebagainya.

Tak Ada Batas Umur
Untuk mengikuti pelatihan, peserta kelas ini tidak ada batasan umur sama sekali. Misalnya untuk yang UMKM, umurnya sudah 50 tahun atau sudah pensiun ingin buka usaha tapi tidak tahu cara marketing bagaimana, bisa mengikuti kelas ini. Atau mereka yang baru fresh graduate lulus SMA/SMK tidak mau bekerja tapi pilih bikin usaha sendiri saja.

Atau yang ingin personal branding seperti ingin menjadi MC dan sebagainya boleh mengigkuti kelas ini. Di sini mereka diajari “menjual diri” dalam artian positif. “Dalam kelas ini juga disampaikan bahwa setiap orang itu bisa menjual kok sebenarnya.

“Benar tidak? Coba cek siapa yang belum pernah membuat curriculum vitae [CV] atau surat lamaran kerja. Kalau kita bikin CV bisa dikatakan tidak, kalau kita sudah ‘menjual diri’ kita?” ujar Ika.

Dalam proses pembelajaran ini peserta akan di-guidance bagaimana punya skema 10 tahun ke depan, bagaimana mencapainya dan apa yang harus dilakukan. Termasuk kalau menjadi seorang marketer itu kan dari pertama kali orang harus menyadari bahwa marketer itu adalah ikon dari sebuah perusahaan yang dimiliki.

Sehingga ketika seseorang menjadi ikon dari bisnis milik sendiri, yang awalnya orang tersebut nglombrot, tidak pernah dandan, kalau dia menjadi seorang pebisnis menjadi representasi dari perusahaan, mulai sekarang harus mau berdandan. Orang tersebut harus good looking, pakaian harus rapi.

“Kalau kemarin kita tidak peduli tentang bisnis kita, sekarang kita perlu ketemu dengan banyak orang, kita perlu memromosikan bisnis kita, kita perlu jadi ikon bisnis kita. Bagaimana orang mau bekerja sama dengan kita kalau kita tak mempunyai performance yang bagus,” kata dia.

Kota Solo Jadi Barometer
Di bagian lain Ika mengungkapkan pemilihan Kota Solo sebagai lokasi launching karena kebetulan dirinya dan anggota tim lainnya seperti Direktur PT Nawasena Expert Indonesia, Yuliastiti Kartikasari dan Direktur Executive Sekolah Bisnis Retail Indonesia (SBRI), Aminudin Muchtar merupakan warga Solo. Kendati demikian program ini juga bisa diikuti masyarakat dari luar daerah secara online.

Ika mengungkapkan Kota Solo sering kali menjadi barometer nasional berbagai aspek di Indonesia tepat digunakan untuk launching lembaganya. Apalagi dengan adanya 17 proyek pembangunan prioritas yang dinilai mampu menciptakan destinasi wisata baru membuat kota ini kian menantang.

Sementara itu Direktur PT Nawasena Expert Indonesia, Yuliastiti Kartikasari mengatakan awal Nawasena berdiri beberapa bulan lalu, ingin membuat pelatihan untuk mereka yang bergerak di bidang pariwisata. Dia memberi nama Nawasena yang artinya masa depan yang cerah ingin membantu mereka yang bekerja di perhotelan maupun pariwisata bisa memiliki masa depan yang cerah.

“Kami juga mempunyai konsultan pariwisata dan sekaligus melatih marketing expert pariwisata. Intinya kami ingin membangun sumber daya manusia di bidang pariwisata di Kota Solo agar menjadi lebih baik lagi,” kata dia.

Sedangkan Direktur Executive SBRI, Aminudin Muchtar memaparkan SBRI adalah sebuah lembaga pelatihan kerja di bawah naungan Depnaker yang bertujuan untuk mencetak tenaga kerja profesional. Karena EEI dinilai memiliki program yang sejalan dengan SBRI, mereka bekerja sama untuk menjalankan misi yang sama pula.

“Peserta didik yang sudah mendapatkan pelatihan selama tiga bulan saja sudah mampu atau siap mewarnai dunia bisnis maupun dunia industri. Dalam pelatihan di Expert Executive Indonesia ini bukan saja diperuntukkan secara perseorangan, tetapi juga bagi tenaga-tenaga kerja di perusahaan-perusahaan,” ujar dia sambil menambahkan lokasi EEI berada di ruko sebelah barat Stadion Manahan, Solo. (Iskandar)

Komentar