Portalika.com [KLATEN] – Di tengah hiruk pikuk kehidupan modern, penanaman nilai-nilai luhur bangsa kepada generasi muda menjadi hal yang krusial. Bertempat di SD Negeri Kapungan 2, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, mahasiswa KKN-PPM dari Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta meluncurkan program kerja inovatif berjudul “Pancasila Itu Keren! Praktik Nilai-Nilai Pancasila dalam Kehidupan Sehari-Hari”. Acara yang digagas oleh Kanaya Naesya Anatasya dari kelompok 78 ini bertujuan untuk menanamkan pemahaman Pancasila secara praktis dan menyenangkan kepada siswa sejak usia dini.
Program ini dirancang untuk mengubah pandangan bahwa Pancasila hanya sebatas hafalan. Kanaya, dalam paparannya yang bersemangat, menekankan bahwa Pancasila adalah pedoman hidup yang harus diterapkan setiap hari. “Pancasila itu keren karena mengajarkan kita untuk saling menghargai, bersikap adil, jujur, dan gotong royong,” ujarnya di hadapan para siswa yang antusias. Pembelajaran interaktif ini menggunakan slide berwarna cerah dan bahasa yang mudah dipahami, membuat anak-anak lebih tertarik.
Untuk membuat materi lebih relevan, Kanaya memberikan contoh-contoh nyata yang dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa. Misalnya, berdoa sebelum memulai aktivitas sebagai cerminan sila pertama, atau menolong teman yang kesulitan sebagai perwujudan sila kedua. Pembelajaran ini juga menyentuh aspek musyawarah saat memilih ketua kelas (sila keempat) dan pentingnya berbagi alat tulis tanpa membeda-bedakan teman (sila kelima). Pendekatan ini berhasil membuat nilai-nilai Pancasila menjadi lebih konkret dan mudah dicerna oleh anak-anak.
Suasana kelas semakin hidup ketika siswa diajak berinteraksi dan menceritakan pengalaman mereka sendiri dalam menerapkan nilai-nilai Pancasila di sekolah maupun di rumah. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan pemahaman, tetapi juga memotivasi mereka untuk terus mempraktikkan kebiasaan baik tersebut. Menurut Kanaya, kegiatan semacam ini harus dilakukan secara berkesinambungan agar nilai-nilai Pancasila tertanam kuat dalam diri anak-anak.
Inisiatif ini disambut baik oleh pihak sekolah. Kepala sekolah SD Negeri Kapungan 2 memberikan apresiasi tinggi kepada Kanaya atas idenya. “Materinya ringan, bahasanya mudah dipahami, dan contoh-contohnya dekat dengan kehidupan sehari-hari anak. Ini sangat membantu,” tuturnya. Diharapkan, program ini dapat mendorong siswa untuk menjadi pribadi yang berkarakter, toleran, dan mencintai tanah air, serta menjadi agen perubahan positif di lingkungan mereka.












Komentar