Mahasiswa KKN Unisri Edukasi UMKM Desa, Ajak Warga Beteng Kenali Potensi Ekonomi Lokal

Kolaborasi KKN dan Pemdes, Tingkatkan Ekonomi Lokal dengan Edukasi Bisnis dan Strategi Pemasaran Digital.

banner 468x60

Portalika.com [KLATEN] – Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi pilar penting penggerak ekonomi di tingkat desa. Dalam upaya mengoptimalkan potensi tersebut, Pemerintah Desa Beteng, Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten, berkolaborasi dengan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Slamet Riyadi (Unisri). Mereka menggelar sosialisasi bertajuk “Pengenalan UMKM dan Edukasi Dasar” di Balai Desa Beteng. Kegiatan ini dihadiri oleh perangkat desa, pelaku usaha, perwakilan PKK, dan pemuda desa, menunjukkan semangat gotong royong yang tinggi.

Dalam sesi pemaparan materi, mahasiswa KKN Ridho Muhhari menjelaskan secara rinci tentang definisi, kategori, dan manfaat UMKM bagi ekonomi lokal. Ridho memaparkan bahwa UMKM terbagi menjadi tiga kategori berdasarkan jumlah pegawai dan omset tahunan, yaitu mikro, kecil, dan menengah. Ia juga menekankan bahwa UMKM dapat membuka lapangan kerja baru, menambah penghasilan keluarga, serta mendorong pemanfaatan potensi lokal yang melimpah seperti hasil pertanian dan kerajinan.

banner 300x250
Foto yang menunjukkan antusiasme peserta, termasuk perwakilan PKK dan pemuda desa, saat mendengarkan materi. (Foto: Dok.)

Namun, Ridho juga menyoroti berbagai kendala yang sering dihadapi para pelaku UMKM, terutama di tingkat desa. Berdasarkan pengamatan tim KKN, sejumlah permasalahan yang umum ditemui adalah kurangnya pemahaman manajemen usaha, tidak adanya pencatatan arus kas, minimnya strategi promosi, hingga keterbatasan modal. Masalah-masalah ini menghambat UMKM desa untuk berkembang dan bersaing dengan produk dari luar daerah.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, tim KKN memberikan panduan praktis yang dapat langsung diterapkan oleh warga. Solusi yang ditawarkan meliputi pentingnya mencatat keuangan harian, membuat kemasan produk yang menarik, memanfaatkan media sosial seperti WhatsApp dan Facebook untuk promosi, serta aktif mengikuti pelatihan. “Kami ingin masyarakat melihat bahwa memulai usaha tidak selalu membutuhkan modal besar. Dengan strategi sederhana dan konsistensi, UMKM dapat berkembang,” ungkap perwakilan tim KKN.

Inisiatif ini disambut baik oleh Sekretaris Desa Beteng. Ia menilai bahwa sektor UMKM memiliki peran vital dalam menggerakkan roda ekonomi desa. Sosialisasi ini menjadi langkah awal yang diharapkan dapat berkelanjutan. Rencananya, tim KKN akan mengadakan sesi pelatihan lanjutan yang lebih spesifik, seperti pengelolaan keuangan sederhana, teknik pengemasan, dan strategi pemasaran digital.

Sinergi antara pemerintah desa, masyarakat, dan mahasiswa KKN ini diharapkan dapat menjadikan Desa Beteng sebagai contoh sukses pengembangan UMKM berbasis potensi lokal. Langkah ini tidak hanya memperkuat ketahanan ekonomi desa, tetapi juga menciptakan lapangan kerja baru dan mengurangi ketergantungan terhadap produk dari luar daerah.

Komentar