Portalika.com [KLATEN] – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta kembali berkontribusi bagi masyarakat desa melalui program kerja akademisnya. Melalui KKN-PPM, mahasiswi prodi Hubungan Internasional, Swastika Tara Hayuningtyas Irwanto, melaksanakan sosialisasi tentang “Layanan Pengaduan” Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) oleh KemenP2MI/BP2MI. Kegiatan ini dilaksanakan di Dukuh Kucur, Desa Blimbing, Klaten, sebagai bekal bagi warga yang ingin bekerja di luar negeri.
Program ini dilatarbelakangi oleh data statistik dari KemenP2MI/BP2MI yang mencatat sebanyak 19.836 orang dari Kabupaten Klaten bekerja sebagai PMI untuk mencapai kesejahteraan. Melihat tingginya minat warga untuk bekerja di luar negeri, Swastika yang memiliki pengalaman magang di KemenP2MI/BP2MI, menyadari pentingnya edukasi ini agar masyarakat tidak terjebak dalam masalah.

Memahami Pentingnya Perlindungan Bagi PMI
Dalam sosialisasi yang dilaksanakan bertepatan dengan rapat Karang Taruna Dukuh Kucur, Swastika menjelaskan secara rinci tentang perlindungan yang diberikan oleh pemerintah kepada PMI. Ia memaparkan bahwa pemerintah telah mengupayakan perlindungan bagi PMI yang mengalami masalah, baik sebelum, sedang, maupun setelah bekerja di luar negeri. Upaya ini terwujud dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 mengenai Perlindungan Pekerja Migran Indonesia.
Informasi yang disuguhkan tidak hanya menyasar tokoh masyarakat, tetapi juga para pemuda-pemudi yang diharapkan memiliki pemahaman dan ketertarikan pada isu ini. Swastika berharap, dengan sosialisasi layanan pengaduan ini, warga desa dapat mendapatkan informasi yang akurat dan dapat membagikannya kepada keluarga, teman, dan kerabat terdekat. Hal ini sebagai bentuk dukungan untuk menciptakan kesejahteraan bagi sesama.

Akses Informasi yang Mudah dan Lengkap
Selain sosialisasi lisan, warga juga diberikan informasi mengenai laman resmi KemenP2MI/BP2MI. Laman tersebut tidak hanya menyediakan layanan pengaduan, tetapi juga berbagai informasi lain yang sangat berguna, seperti lowongan kerja resmi atau prosedural, berita terkini mengenai layanan pemerintah, serta data penempatan.
Di penghujung acara, Swastika membagikan pin yang dilengkapi dengan barcode, nomor telepon resmi layanan pengaduan, dan alamat laman resmi KemenP2MI/BP2MI. Pemberian pin ini tidak hanya sebagai kenang-kenangan, tetapi juga sebagai simbol dukungan dan keseriusan dalam menghadapi risiko yang kerap terjadi pada PMI.
Program kerja ini merupakan salah satu contoh nyata bagaimana mahasiswa dapat mengaplikasikan ilmu akademisnya untuk memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran akan hak-hak dan perlindungan Pekerja Migran Indonesia semakin meningkat di kalangan warga, sehingga mereka dapat bekerja dengan aman dan nyaman di luar negeri.
Penulis: Swastika Tara Hayuningtyas Irwanto, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta












Komentar