Portalika.com [SEMARANG] – Mahasiswa Tim 1 KKN-T IDBU 52 Universitas Diponegoro (UNDIP) mengenalkan metode pengelolaan sampah organik rumah tangga melalui Teba Modern Mijen kepada ibu-ibu PKK RW 06, Kelurahan Mijen, Kota Semarang. Program tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan warga dalam mengolah sampah organik secara sederhana, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.
Program sosialisasi pembuatan dan pemeliharaan Teba Modern tersebut dilaksanakan Amelia Diah Febriyana di bawah bimbingan Prof. Dr.-Ing. Suherman, S.T., M.T. dan Satriyo Adhy, S.Si., M.T.

Kegiatan ini berangkat dari persoalan sampah organik rumah tangga yang masih menjadi tantangan dalam menjaga kebersihan lingkungan permukiman.
Dalam sosialisasi tersebut, peserta mendapat penjelasan mengenai konsep Teba Modern sebagai media pengolahan sampah organik rumah tangga.
Materi juga mencakup jenis sampah organik yang dapat dimasukkan, tahapan pembuatan, serta teknik pemeliharaan agar proses penguraian berjalan dengan baik.
Melalui edukasi tersebut, mahasiswa mendorong ibu-ibu PKK untuk mulai menerapkan pengelolaan sampah organik dari lingkungan rumah masing-masing.
Antusiasme peserta terlihat melalui diskusi dan sesi tanya jawab. Sejumlah peserta menanyakan jenis sampah yang dapat dimasukkan ke Teba Modern, cara pemeliharaan, hingga proses pengambilan hasil penguraian sampah organik.
Keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting karena pengelolaan sampah rumah tangga membutuhkan kebiasaan dan partisipasi secara konsisten.
Program Teba Modern Mijen juga diarahkan untuk mendukung sejumlah tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).
Kegiatan tersebut mendukung SDGs 4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pengelolaan sampah.
Program ini juga berkaitan dengan SDGs 11 tentang Permukiman Berkelanjutan dan SDGs 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim melalui penerapan pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan.
Selain itu, penerapan Teba Modern diharapkan mendukung Program Kampung Iklim (ProKlim) dengan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam aksi lingkungan dan mitigasi perubahan iklim berbasis komunitas.
Salah satu manfaat yang diharapkan ialah berkurangnya praktik pembakaran sampah rumah tangga yang berpotensi menimbulkan pencemaran udara.
Melalui program tersebut, mahasiswa KKN-T UNDIP berharap Teba Modern dapat dimanfaatkan dan dipelihara secara berkelanjutan oleh masyarakat RW 06 Kelurahan Mijen.
Kolaborasi mahasiswa, ibu-ibu PKK, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun sistem pengelolaan sampah organik berbasis masyarakat.
Program tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi berkembang menjadi kebiasaan warga dalam mengelola sampah dari sumbernya.
Dengan keterlibatan masyarakat secara konsisten, pengelolaan sampah organik di tingkat rumah tangga dapat menjadi salah satu langkah sederhana untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih, berkelanjutan, dan tangguh menghadapi perubahan iklim. (Amelia Diah Febriyana)












Komentar