Dorong Kemandirian Ekonomi Desa Kepatihan, Mahasiswa KKN Undip Bangun Ekosistem Lele Berbasis Digital

banner 468x60

Portalika.com [WONOGIRI] – Dalam upaya mendorong kemandirian ekonomi masyarakat pedesaan, Tim Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim I Universitas Diponegoro (Undip) Semarang menghadirkan terobosan strategis di Desa Kepatihan, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri.

Melalui program multidisiplin bertajuk “Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat melalui Penguatan Ekosistem Lele Berbasis Digital”, para mahasiswa memberikan pendampingan komprehensif bagi kelompok pembudidaya dan pengolah ikan lele setempat, Senin, 20 Juli 2026.

banner 300x250

Desa Kepatihan sebenarnya memiliki potensi besar melalui Kelompok Usaha Bersama (KUB) dan kelompok pembudidaya lele tematik yang aktif. Namun, minimnya fasilitas kolam mandiri, keterbatasan jangkauan pasar, belum optimalnya kemasan dan branding, hingga ketiadaan sistem pembukuan digital serta standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) menjadi tantangan utama yang dihadapi warga.

Menjawab tantangan tersebut, Tim KKN Undip merancang serangkaian kegiatan terpadu yang memadukan keahlian lintas bidang ilmu, baik dari program studi berbasis saintek maupun soshum.

Perwakilan Tim KKN Undip Desa Kepatihan menyampaikan bahwa pendekatan multidisiplin ini dirancang untuk menyentuh rantai nilai komoditas lele dari hilir hingga ke hulu.

“Potensi lele di Desa Kepatihan sangat memadai, tetapi nilai tambah dan daya saing produknya perlu ditingkatkan. Oleh karena itu, kami tidak hanya fokus pada satu aspek saja, melainkan mendampingi warga secara menyeluruh.” jelas perwakilan tim di sela-sela kegiatan.

Pelaksanaan program diawali dari aspek legalitas usaha. Jovena Sesilia Ayu Maharani Manik (Hukum) menyerahkan template Perjanjian Kemitraan Sederhana guna memberikan kepastian dan perlindungan hukum bagi para pembudidaya.

Dari sudut pandang budaya dan identitas produk, Deswita Alifia (Antropologi) menyerahkan booklet “Identitas Budaya Produk Olahan Hasil Perikanan” untuk memperkuat narasi lokal.

Dukungan terhadap daya saing produk dilanjutkan oleh Rif’atur Rizqiyah (Sastra Inggris) yang mendampingi penyusunan label kemasan berstandar bilingual.

Sementara pada tahap pemasaran digital, Muhammad Haekal Alfairus (Ilmu Komunikasi) bersama Cikal Wahyuning Bachtiar (Informatika) mengedukasi optimalisasi media sosial Instagram sekaligus merilis platform digital Jelajah Lele untuk memperluas jangkauan pasar.

Tak hanya memasarkan, kualitas dan keanekaragaman produk juga menjadi perhatian. Retna Delicia Ivena (Teknologi Hasil Pangan) memandu praktik langsung pembuatan variasi breaded product berbasis lele yaitu sambal lele.

Untuk menjamin keselamatan kerja para pembudidaya, Alven Rama Raditya (Keperawatan) memberikan sosialisasi K3 mengenai pentingnya penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) dan penerapan SOP kerja yang aman.

Rangkaian pendampingan diakhiri oleh Nabila Zahwa Khairunnisa (Akuntansi Perpajakan) melalui pelatihan pembukuan keuangan digital, termasuk edukasi kalkulasi Harga Pokok Produksi (HPP) dan Break Even Point (BEP) agar unit usaha warga memiliki tata kelola finansial yang terukur.

Kepala Desa Kepatihan, Agus Suyitno, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas inisiatif dan kerja keras para mahasiswa Undip. Menurutnya, langkah ini menjadi angin segar bagi pengembangan ekonomi lokal di desanya.

Kegiatan yang berlangsung hangat ini ditutup dengan mengolah produk sambal lele bersama pengurus KUB, dilanjutkan dengan sesi foto bersama serta ramah tamah antara mahasiswa dan warga setempat. (*)

Penulis: Humas KKN Tim II Reguler UNDIP Desa Kepatihan 2026 

Instagram: @kkn_kepatihan2026 

Email: kknkepatihan2026@undip.ac.id

Editor: Triantotus

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Komentar