Portalika.com [BOYOLALI] – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Universitas Slamet Ryadi Surakarta kelompok 12 memberikan Edukasi Pembukuan Sederhana Terhadap UMKM di Desa Pelemrejo, Kecamatan Andong, Kabupaten Boyolali.
Kegiatan ini merupakan program kerja dari salah satu mahasiswa KKN PPM Unisri kelompok 12, Octavia Eriyana Program Studi Akuntansi. Kegiatan dilaksanakan 1 Agustus 2023.
Menurut Octavia, Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) sendiri pada dasarnya adalah sebuah usaha atau bisnis yang dijalankan oleh perorangan, kelompok, atau badan usaha. UMKM di Indonesia diklasifikasikan menjadi Usaha Mikro, Usaha Kecil, dan Usaha Menengah.
Baca juga: Mampu Kelola Lingkungan Hidup, Bupati Trenggalek Raih Penghargaan Nirwasita Tantra 2022
Kegiatan ini dilaksanakan karena masih banyak UMKM yang belum mengetahui pembukuan serta pengelolaan yang baik dan benar terkait dengan kegiatan usaha yang dijalani. Selain itu, pelaku UMKM sering mengalami kendala mengenai keuangan yang sering tercampur antara keungan pribadi dengan keuangan usaha.
Kegiatan bertujuan untuk mengedukasi mengenai pentingnya pembukuan pada usaha yang dimiliki serta mengimplementasikannya pada kegiatan bisnis dengan harapan kedepannya UMKM dapat mengatur keuangannya secara benar.
“Pembukuan tidak hanya digunakan oleh perusahaan besar saja. Justru UMKM juga membutuhkan adanya pembukuan dalam usahanya. Pembukuan usaha tidak harus rumit bahkan membingungkan. Pembukuan sederhana sudah cukup bagi UMKM untuk mengetahui jumlah keuntungan dan kerugian yang diperoleh,” katanya.
Octavia menjelaskan ada beberapa manfaat apabila menerapkan pembukuan sederhana pada bisnis, di antaranya, dapat mengontrol besarnya beaya operasional usaha, minimalisir risiko kehilangan aset perusahaan. Kemudian untuk mengetahui progres dari usaha yang sedang berjalan dan dapat berpengaruh kepada aset perusahaan dan pengaruh pada laba rugi usaha dikemudian hari.
“Cara membuat pembukuan sederhana, buat catatan pengeluaran dan pemasukan dengan catatan pengeluaran kamu tahu modal usaha yang sudah dikeluarkan berapa besar dan dari situ kamu bisa menetapkan target dari bisnis kamu.
Selain membuat catatan pengeluaran bisnis kamu juga harus membuat catatan pemasukan usaha. Karena dari catatan pemasukan kamu jadi mengetahui jumlah uang masuk ke usaha kamu yang nantinya menjadi keuntungan bisnis,” jelasnya.
Lebih lanjut Octavia mengatakan pelaku UMKM juga membuat buku kas utama, stok barang, inventarisasi barang dan laporan rugi laba serta neraca keuangan.
“Kegiatan ini merupakan salah satu pengabdian masyarakat yang dapat saya lakukan di dalam proses KKN PPM. Melakukan kegiatan yang dapat bermanfaat bagi pelaku UMKM. Kegiatan ini menjadi tujuan yang diutamakan dalam program individu yang saya lakukan,” katanya. (Heris)












Komentar