Portalika.com [SOLO] – Kota Solo, Provinsi Jateng memiliki akar seni dan warisan budaya yang melahirkan beragam jenis kriya seperti batik, tenun, anyaman, kerajinan logam, ukiran kayu dan keramik, kesenian rakyat serta kuliner yang menegaskan identitas kota sebagai kota budaya dan memperkuat branding Solo the Spirit of Java.
Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Solo, Siti Khotimah mengatakan batik menginspirasi masyarakat untuk berkarya, berprestasi dan mengaktualisasi diri menjadi lebih berpotensi mempunyai minat dan bakat pada kegiatan-kegiatan bertema batik.
“Karena siapa lagi yang bisa mengelola batik kita. Dikhawatirkan nanti kalau [batik] di-branding [negara] lain. Batik itu milik kita, batik itu milik Solo meskipun di tempat-tempat lain di Indonesia pasti ada batik. Tapi batik Solo tidak terkalahkan,” ujar dia ketika memberi sambutan pada konferensi pers di Hotel Roemahkoe, Laweyan, Solo, Kamis, 8 Agustus 2024.
Baca juga: Perpaduan Keindahan dan Kemewahan dalam Batik Bunga Desa Karya Suparno Parnaraya
Guna membentengi seni batik dibajak atau diklaim milik negara lain, Kota Solo siap menggelar Miss Batik Indonesia (MBI) yang grand finalnya dijadwalkan di Ndalem Wuryaningratan House of Danar Hadi, Solo pada Minggu 13 Oktober 2024.
Terkait itu dia mewakili Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Surakarta dan Pemkot Solo umumnya mengapresiasi MBI tahun 2024. Dengan mengusung tema Berkarya dan Bersinar dalam Balutan Batik Indonesia digelar di Solo ini suatu kebanggan bagi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata.
Terlebih, papar dia, event ini akan diikuti sekitar 20 provinsi dan nanti akan terseleksi. Mungkin peserta tidak hanya dari Kota Solo, bisa jadi peserta dari luar Kota Solo semuanya yang otomatis akan membawa nama Solo.
Mereka akan datang ke Solo dan tentu multiplier efeknya akan luar biasa. Mereka tentu tidak akan datang sendiri tapi membawa keluarga.
“Tentu kami berbangga dengan eksistensi ibu-ibu penggagas MBI yang dinaungi PT Pilar Budaya Indonesia bahwa MBI digelar mandiri. Karena maaf Pemkot Solo kali ini belum bisa mensupport kegiatan, kami hanya bisa memberi dukungan dan doa,” ujar Siti.
Dia berjanji kegiatan ini akan dimasukkan dalam kalender event bulan Oktober. Diharapkan MBI digelar di tahun-tahun berikutnya di Solo sehingga tahun depan pihaknya akan mengusulkan anggaran penyelenggaraannya.
Menurut dia gelaran MBI akan membawa dampak baik untuk UMKM Kota Solo khususnya batik. Kegiatan ini bisa menginspirasi para desainer Kota Solo dan luar Solo bagaimana mereka membuat desain batik berkelas dan dipakai para finalis dan sebagainya.
“Harapan kami kegiatan ini bisa menyosialisasikan keberagaman corak batik yang ada di Solo. Karena di Solo, khususnya di Kampung Batik Laweyan, Kauman coraknya banyak sekali mencapai ribuan. Ini supaya bisa tersosialisasi dengan adanya MBI. Karena mungkin dari finalis-finalis di sini bisa dikenalkan motif batiknya sperti apa, cara membatik, bahan dan sebagainya nanti diajak belajar bersama di kampung batik ini,” ungkap dia.
Tingkatkan Daya Tarik Wisata
Sementara Ketua Panita MBI 2024 dan juga CEO PT Pilar Budaya Indonesia yang menaungi MBI, Endang Tri K Sukarso mengatakan budaya merupakan basis dalam mencapai tujuan kota kreatif untuk memromosikan, mendukung dan memperkuat sektor kebudayaan dan pariwisata di Kota Surakarta (Solo).
Dengan menjadi kota kreatif, Solo dapat meningkatkan daya tarik wisata dan menciptakan peluang ekonomi yang lebih baik bagi penduduknya.
Dia mengutarakan pemilihan MBI merupakan kontes kecantikan, pertama kali dihelat pada tahun 2024. Munculnya gagasan MBI diinisiasi oleh Endang R Guritno (founder).
Kemudian, ungkap Tri Sukarso, Guritno merangkul tim founder lainnya seperti, Lidia S Hutapea, Kurnia Asih Rahayu dan dirinya. Tri Sukarso, menyampaikan event perdana MBI 2024 melahirkan sinergi baru di ranah kebudayaan dan pariwisata Indonesia, baik lingkup regional, nasional dan internasional.
Sedangkan kriteria ditetapkan MBI adalah creative, beautiful, talented dan cultured. Kegiatan MBI terdiri atas beberapa tahap, yakni pendaftaran babak kualifikasi pertama, psikotes, menyerahkan tugas online challenge, pembekalan dan grand final.
MBI bakal jadi wadah perwakilan kontestan dari seluruh provinsi di Indonesia dan membuka kesempatan bagi perempuan hebat yang pernah ikut serta dalam ajang kecantikan berbeda.
Lebih jauh Tri Sukarso mengatakan terselenggaranya event ini tidak lepas dari dukungan banyak pihak, Disbudpar Solo, Komisi IV DPRD Solo dan Pemerintah Kota Solo serta para stakeholder pemerintah dan swasta lainnya.
Ada 11 tujuan diselenggarakannya Miss Batik Indonesia, yaitu, pertama, menyelenggarakan kompetisi duta batik Miss Batik Indonesia tingkat nasional menjadi agenda tahunan Disbudpar dari 38 provinsi di Indonesia.
Kedua, menginspirasi perempuan muda Indonesia untuk berkarya, berprestasi dan mengaktualisasikan pengembangan potensi, minat dan bakatnya melalui kegiatan yang bertemakan batik Indonesia. Ketiga, membangun kesadaran sosial dan memromosikan kebaikan hidup.
Keempat mempertahankan dan meningkatkan spirit batik Indonesia sebagai pemersatu bangsa. Kelima, menyosialisasikan beragam kekayaan corak dan motif batik Indonesia. Keenam memupuk rasa cinta dan bangga pada batik Indonesia.
Ketujuh, ikut memajukan desainer motif batik Indonesia, kedelapan ikut memajukan desainer pakaian batik Indonesia, kesembilan ikut memajukan UMKM & pengusaha batik Indonesia dan kesepuluh ikut memajukan komoditas ekspor batik Indonesia serta menyemarakkan peringatan Hari Batik Nasional. (Iskandar)












Komentar