Perpaduan Keindahan dan Kemewahan dalam Batik Bunga Desa Karya Suparno Parnaraya

banner 468x60

Portalika.com [WONOGIRI]- Tangan dingin tokoh masyarakat asal Kecamatan Sidoharjo, Suparno Parnaraya tak hanya soal memajukan sektor pariwisata di daerah. Kali ini, pria kalem tersebut membuat karya berupa motif kain batik yang ia beri nama Batik Bunga Desa.

Suparno Parnaraya dikenal sebagai sosok yang peduli akan kelestarian batik, melalui brand Batik Parnaraya, Suparno memberdayakan warga Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Wonogiri untuk memproduksi batik tulis.

banner 300x250

“Batik Parnaraya mulai diproduksi pada tahun 2011. Selain untuk melestarikan budaya lokal, Batik Parnaraya juga mampu memberdayakan warga sekitar terutama ibu-ibu yang memiliki banyak waktu luang,” ujar Suparno Parnaraya ketika ditemui redaksi di kawasan Istana Parnaraya di Desa Kebonagung, Kecamatan Sidoharjo, Sabtu, 2 Maret 2024.

Setelah mengirim salah satu warga guna belajar membuat batik di Kota Surakarta, Suparno menyelenggarakan pelatihan membatik gratis bagi warga di Kecamatan Sidoharjo.

Suparno menuturkan Batik Parnaraya mempunyai ciri khas yang membedakan dengan batik lain.

“Ada 3 jenis motif Batik Parnaraya yakni kontemporer, abstrak dan tradisional. Ada motif batik dibuat dari inspirasi yang ada di sekitar Desa Widoro, Kecamatan Sidoharjo seperti motif batik mete, kacang mete adalah potensi pertanian dari Desa Widoro. Meski tidak dibuat oleh keturunan pembatik seperti daerah lain, namun Batik Parnaraya mempunyai ciri khas yakni warna yang lebih terang dan menggunakan variasi warna yang lebih banyak,” ungkapnya.

Terkait Batik Bunga Desa, Suparno menegaskan motif tersebut melambangkan keindahan dan keanggunan.

“Pada edisi yang pertama batik Bunga Desa diproduksi dalam warna pink, warna tersebut menggambarkan kemewahan dan kecantikan. Ini batik full tulis bukan batik printing. Pada edisi selanjutnya akan ada warna yang lain,” ungkapnya.

Istimewanya lagi, desain batik Bunga Desa adalah coretan langsung oleh Suparno Parnaraya.

Lanjut Suparno, batik tersebut diproduksi untuk kaum wanita.

“Nanti akan ada edisi motif batik buat kaum pria, kalau Batik Bunga Desa untuk kaum wanita,” jelasnya.

Setelah diperkenalkan, Batik Bunga Desa langsung mendapat respons dari positif dari para penggemar batik.

Suparno mengatakan pesanan Batik Bunga Desa mulai berdatangan, banyak sahabat dan kolega memesan melalui pesan singkat.

“Ada sahabat seorang pejabat di Dinas Provinsi Jawa Tengah yang telah memesan Batik Bunga Desa yang dikenakan beliau bersama para staff,” urainya.

Bagi yang ingin memiliki Batik Bunga Desa bisa mendatangi showroom di kawasan Istana Parnaraya. Suparno juga akan menjual batik tersebut melalui platform jual beli online.

Tak hanya soal menggeliatkan ekonomi di pedesaan, Suparno juga akan mendonasikan 30 % keuntungan Batik Bunga Desa bagi salah satu Panti Wreda di Lingkungan Salak, Kelurahan Giripurwo, Kecamatan Wonogiri. (Yulianto)

Komentar