Menyimak Keseruan Perjalanan Wisata Ibu-ibu PKK Binong Permai Bertajuk Impian Menjadi Kenyataan, Kunjungi Obyek Wisata Parnaraya Group

banner 468x60

Portalika.com [WONOGIRI]- Maha karya Suparno Parnaraya di Kabupaten Wonogiri mendapatkan apresiasi dari ibu-ibu PKK warga Binong Permai RT 11 RW 15, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten.

Belasan ibu-ibu yang merupakan sahabat dari Sumarmi, istri Suparno Parnaraya berkesempatan melakukan kunjungan bertajuk Jalan Bareng Ibu PKK Binong Permai, Impian Menjadi Kenyataan. Mereka akhirnya sampai di Kabupaten Wonogiri pada Jumat, 6 Oktober 2023.

banner 300x250

Istana Parnaraya, bangunan yang diresmikan pada tanggal 17 Agustus 2017 menjadi tujuan pertama mereka sebelum melakukan perjalanan wisata menuju obyek wisata Parnaraya Group yang meliputi Kitagawa Pesona Bali, Museum Sewurai, Girimanik Mountain Camp (GMC), Bumi Suci Rumah Sholawat dan The Virgin Beach Pantai Srau, Kabupaten Pacitan, Provinsi Jawa Timur.

Salah satu perwakilan rombongan ibu-ibu PKK Dewi Sumartini, Sabtu, 7 Oktober 2023 mengatakan pihaknya sudah lama ingin mengunjungi Kabupaten Wonogiri, namun karena kesibukan anggota, baru bisa terealisasi saat ini.

“Sebenarnya rencana sudah lama ingin mengunjungi Kabupaten Wonogiri, karena masing-masing punya kesibukan namun tidak disangka-sangka kita langsung saja berangkat hari Jumat kemarin,” ujarnya.

Wanita asli Kota Bandung, Jawa Barat tersebut mengaku senang dapat sampai di Kota Sukses.

“Ternyata kata teman-teman perjalanan ini di luar ekspektasi awal, apalagi lihat tempatnya Alhamdulillah bagus sekali,” lanjutnya.

Wanita yang berprofesi sebagai guru mata pelajaran Matematika di salah satu SMK Negeri di Kabupaten Tangerang tersebut mendapatkan motivasi setelah berbincang dengan sosok bertangan dingin asal Kecamatan Sidoharjo, Suparno Parnaraya.

“Motivasi sudah kami rasakan,
kami berbincang dengan Pak Suparno, beliau hebat, beliau memotivasi kami, beliau di Kabupaten Wonogiri membuat istana dengan motivasi yang bagus pertama untuk menolong sesama, berkat motivasi yang baik sehingga bisa berkembang membuat warga Kabupaten Wonogiri punya kebanggaan,” terangnya.

Dewi menambahkan sosok Suparno mampu menghasilkan karya yang bisa berguna untuk masyarakat.

“Saya kagum melihat karya-karya beliau,” ucapnya.

“Beliau bisa mengangkat derajat masyarakat dan bermanfaat bagi yang lain, nama Wonogiri terkenal hingga nasional bahkan dunia kami sudah merasakan manfaatnya dengan mendapatkan motivasi dari pengalaman beliau,” lanjutnya.

Batik motif Ciprat asli Kabupaten Wonogiri menarik perhatian Dewi.

“Saya tertarik dengan batik model Ciprat, abstraknya masuk kontemporernya juga masuk dan ternyata ini khas Wonogiri,” jelasnya.

Sebelum berkunjung di Kabupaten Wonogiri, Dewi mengaku banyak mendaptakan informasi dari literasi yang dia baca.

“Yang saya tahu Kabupaten Wonogiri daerah yang tandus dan sepi karena banyak warga yang merantau, saya khawatir ternyata setelah sampai saya menyaksikan Bapak Suparno berhasil mengembangkan sektor pariwisata,” bebernya.

Terkait kuliner khas Kabupaten Wonogiri, Dewi sangat menyukai Nasi Berkat. Dia menceritakan pernah mencicipi hidangan serupa waktu mengantar siswa saat study tour di Goa Pindul, Kabupaten Gunung Kidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Sementara Suparno Parnaraya menjelaskan rombongan adalah warga Binong Permai RT 11 RW 15, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten.

“Mereka datang ke Kabupaten Wonogiri, karena beliau adalah sahabat-sahabat dari istri saya, Ibu Sumarmi, ibu-ibu ini datang ke sini dalam rangka ingin mengetahui Kabupaten Wonogiri khususnya
karya-karya kami di bidang pariwisata dan mencari inspirasi di dalamnya,” katanya.

Suparno menuturkan para ibu-ibu berasal dari berbagai wilayah seperti Bandung, Bogor Padang, Medan, Banten, Purwokerto Purworejo dan Jakarta.

“Ada sekitar 18 orang, karena saya dulu pernah satu kompleks dengan ibu-ibu tersebut dan bapak-bapak akan menyusul datang di Kabupaten Wonogiri di lain waktu,” ulasnya.

“Saking senangnya ingin tahu Kabupaten Wonogiri, ibu-ibu naik bis dari Tangerang,” tegasnya.

Saat kunjungan di Istana Parnaraya, juga diadakan bazaar aneka produk sembako, aneka produk sabun dari Lakos dan pupuk cair organik Yutaka dan lain-lain.

Hadir dalam bazaar tersebut Direktur Utama dan Direktur PT Berdaya Karya Nusantara (BKN) Lesna Purnawan, SE, MM dan Mirza Kurniawan. (Yulianto)

Komentar