Bersama Lindungi Anak: Mahasiswa KKN Undip Gelar Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Terhadap Anak di Kelurahan Kestalan

banner 468x60

Portalika.com [SOLO] – Kekerasan terhadap anak merupakan permasalahan serius yang masih terjadi di berbagai wilayah. Anak-anak, sebagai generasi penerus bangsa, seharusnya tumbuh dan berkembang dalam lingkungan yang aman, penuh kasih sayang dan bebas dari segala bentuk kekerasan.

Namun, realitas menunjukkan bahwa kekerasan terhadap anak masih sering terjadi, terkadang bahkan dianggap sebagai metode disiplin yang wajar oleh sebagian masyarakat. Menyadari pentingnya upaya pencegahan kekerasan terhadap anak, seorang mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Gabriella, yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kelurahan Kestalan, Kota Solo menginisiasi program edukasi mengenai stop kekerasan terhadap anak.

banner 300x250

Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya melindungi anak dari segala bentuk kekerasan serta memberikan pemahaman tentang cara mencegah dan menangani kasus kekerasan. Kegiatan sosialisasi dilakukan secara intensif pada 7 Agustus 2024.

Baca juga: Mahasiswa KKN TIM II Undip Menjalankan Penanaman Edukasi Kepada Forum Anak Dengan Program Wirausaha Sejak Dini

Pendekatan dilakukan secara door-to-door, menyambangi rumah-rumah warga untuk memberikan edukasi secara langsung. Dengan pendekatan personal, dijelaskan berbagai bentuk kekerasan terhadap anak, mulai dari kekerasan fisik, psikis hingga kekerasan seksual, yang semuanya memiliki dampak negatif yang mendalam bagi perkembangan anak.

Dalam sosialisasi tersebut, disampaikan bahwa kekerasan terhadap anak dapat menyebabkan gangguan kesehatan fisik dan mental, kesulitan belajar, hingga masalah perilaku yang dapat mempengaruhi masa depan anak.

“Banyak orang tua yang belum sepenuhnya memahami bahwa tindakan seperti memukul atau memberikan kata-kata kasar dapat berdampak buruk pada perkembangan anak mereka. Oleh karena itu, melalui program ini, saya berharap dapat membuka mata masyarakat akan pentingnya menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung bagi anak-anak,” ujarnya.

Selain memberikan pemahaman tentang bentuk-bentuk kekerasan, warga juga dibekali dengan pengetahuan tentang cara mengenali tanda-tanda kekerasan pada anak. Dijelaskan bahwa perubahan perilaku seperti menjadi pendiam, menarik diri dari lingkungan sosial, atau penurunan prestasi akademik seringkali menjadi indikasi bahwa anak mengalami kekerasan.

Lebih lanjut dia menekankan pentingnya tindakan cepat dalam menangani kasus kekerasan terhadap anak. Informasi diberikan kepada warga tentang langkah-langkah yang harus diambil jika menemukan kasus kekerasan, termasuk melaporkan kepada pihak berwenang agar korban dapat segera mendapatkan perlindungan dan penanganan yang tepat.

“Pelaporan kasus kekerasan terhadap anak adalah langkah krusial untuk memastikan bahwa anak-anak yang menjadi korban mendapatkan bantuan yang mereka butuhkan,” tambahnya.

Respon masyarakat terhadap program ini sangat positif. Banyak warga yang merasa mendapatkan pencerahan dan berkomitmen untuk lebih memperhatikan anak-anak di lingkungan mereka.

Seorang bapak yang mengikuti sosialisasi menyampaikan, “Saya jadi lebih memahami dampak buruk kekerasan pada anak. Saya akan berusaha menjadi orang tua yang lebih sabar dan menghindari hukuman fisik.”

Sementara itu, seorang ibu mengungkapkan, “Saya akan lebih memperhatikan perubahan perilaku anak saya. Jika saya melihat tanda-tanda kekerasan, saya tidak akan ragu untuk melaporkannya.”

Dengan hasil yang dicapai, diharapkan bahwa melalui edukasi ini, kasus kekerasan terhadap anak di Kelurahan Kestalan dapat berkurang secara signifikan. “Melindungi anak dari kekerasan adalah tanggung jawab kita bersama. Mari kita ciptakan lingkungan di mana setiap anak dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal, bebas dari rasa takut dan kekerasan,” ajaknya penuh semangat.

Keberadaan program ini, diharapkan anak-anak di Kelurahan Kestalan dapat tumbuh menjadi generasi penerus bangsa yang sehat, cerdas, dan berkarakter, siap menghadapi tantangan masa depan. (*)

Penulis: Gabriella

Editor: Suryono

Komentar