Mahasiswa UNS Ciptakan Sepeda Listrik Bagi Disabilitas

banner 468x60

Portalika.com [SOLO] – Tim Mahasiswa Program Studi (Prodi) D3 Teknik Mesin Sekolah Vokasi (SV) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menciptakan sepeda listrik narrow tilting tricycle. Sepeda jenis ini merupakan salah satu alat transportasi tepat guna dari program pengabdian masyarakat UNS.

Inovasi ini lahir dari mobilitas penyandang disabilitas yang terbatas dan hanya dibantu menggunakan kursi roda. Proyek ini diketuai Hammar Ilham Akbar beranggotakan Nanda Adi Saputro, Irvan Yoga Pratama, Marwan Setyo Utomo, dan Rahmat Dwi Mardiyanto.

banner 300x250

Sepeda listrik narrow tilting tricycle adalah sepeda yang penggerak utamanya motor listrik dilengkapi dengan roda tiga. Terdapat dua roda didepan dan satu dibelakang.

Baca juga: The Blind IKD, Group Band Disabilitas Surabaya Berjuang Di Solo

“Sepeda listrik narrow tilting tricycle adalah sepeda yang difungsikan untuk membantu penyandang disabilitas dalam hal transportasi di luar ruangan. Alat ini dapat membantu terutama bagi penyandang disabilitas fisik seperti distrofi ringan yang sulit dalam menjaga keseimbangan,” terang Hammar.

Sepeda listrik narrow tilting tricycle mengadaptasi model sepeda lipat dengan memodifikasi garpu (fork) tunggal menjadi garpu ganda (double fork) menyerupai kaki-kaki. Masing-masing bagian terhubung ke poros kemudi melalui lengan atas (upper arm) dan lengan bawah (lower arm).

Portalika.com/Ist

Setiap sisi lengan dilengkapi dengan bearing untuk mengurangi gesekan saat lengan bergerak. Alat ini dilengkapi dengan dua buah shock absorber di sisi kiri dan kanan poros kemudi yang terhubung dengan lengan bawah untuk menjaga kedua roda tetap dalam keadaan seimbang.

Tidak hanya itu, sepeda listrik narrow tilting tricycle diciptakan hybrid. Tidak hanya dikayuh tetapi juga dilengkapi motor listrik sebagai penggerak yang terpasang pada roda belakang.

Tujuannya untuk memudahkan penyandang disabilitas menjalankan sepeda tanpa mengeluarkan tenaga yang besar, dan juga baterai sebagai sumber penyimpan tenaga yang dapat diisi ulang.

Melakukan perpindahan dari suatu tempat ke tempat lain menjadikan mobilitas sebagai tantangan tersendiri bagi penyandang disabilitas. Mobilitas membutuhkan energi, upaya, dan waktu yang membuat penyandang disabilitas menggunakan suatu alat bantu gerak.

Portalika.com/Ist

Alat-alat seperti kursi roda, kruk, dan lainnya memang menjadi alat bantu mobilitas. Akan tetapi, alat-alat itu belum dapat membantu mereka dalam perjalanan jauh.

Tim Mahasiswa UNS menilai kehadiran sepeda listrik narrow tilting tricycle menjadi solusi tepat guna menyelesaikan permasalahan tersebut. Dengan begitu, sepeda jenis ini dapat digunakan untuk membantu transportasi kaum penyandang disabilitas, terutama penderita disabilitas fisik seperti distrofi ringan, yang sulit dalam menjaga keseimbangan.

Menurutnya, proyek sepeda listrik narrow tilting tricycle menggandeng National Paralympic Comitte (NPC) Indonesia sebagai mitra. Organisasi ini merupakan wadah keolahragaan penyandang disabilitas di Indonesia yang berwenang mengoordinasi kegiatan olahraga prestasi bagi penyandang disabilitas.

NPC Indonesia berfungsi untuk meningkatkan prestasi olahraga difabel di Indonesia, memberi perlindungan kepada anggota dan atlet penyandang disabilitas, pembinaan kesejahteraan, keadilan dan atau kehormatan olahraga difabel. (Suryono)

Komentar