PDM Kota Solo: OMOR Bukti Kader Muhammadiyah Merespon Cepat, Selalu Sehat Entengan Ora Itungan

banner 468x60

Portalika.com [SOLO] – Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) atau dikenal Lembaga Resiliensi Bencana dan Lingkungan Hidup (LRB-LH) Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surakarta menggelar workshop One Muhammadiyah One Response (OMOR) di auditorium ITS PKU, Sabtu kemarin.

Kegiatan diikuti 250 peserta dari berbagai elemen Muhammadiyah dari cabang, ranting, ortom, dan relawan Muhammadiyah.

banner 300x250

Workhsop OMOR menghadirkan narasumber ketua Lembaga Resiliensi Bencana (LRB) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Budi Setiawan dan Wakil Ketua LRB PP, Indrayanto. Selain itu, hadir pula Ketua LRB Muhammadiyah Wilayah Jawa Tengah, Istanto.

Baca juga: Pemuda Muhammadiyah Solo Bahas Potensi Masa Depan Ekonomi Kreatif

Ketua MDMC Kota Solo, Teguh Wahyuhi, SSos, mengatakan OMOR ingin memberikan pemahaman kepada ranting, cabang, dan amal usaha Muhammadiyah, termasuk ortom bahwa kebencanaan adalah milik bersama maka kita bersama-sama memberikan manfaat kepada penyintas dan umat.

“Apabila kita bisa bersama-sama dalam memberikan bantuan kepada masyarakat maka ini akan menjadi kekuatan besar Muhammadiyah. Mari kita maksimalkan semua potensi untuk memberikan bantuan kepada masyarakat. MDMC sebagai fasilitator yang mengkoordinir sesuai kapasitas masing-masing,” jelasnya.

Teguh Wahyudi menambahkan tindak lanjut workshop hari ini adalah latihan gabungan event simulasi bencana. Semua elemen kita libatkan dan latihan bersama. Harapan kami nanti akan terbentuk jamaah tangguh. Ranting dan cabang menjadi kekuatan untuk melakukan respon pertama kali di masyarakat.

Menanggapi adanya kegiatan wokshop OMOR, Sekretaris BPBD Kota Surakarta, Heri Sutoyo, SE mengapresiasi kegiatan workshop yang digelar oleh MDMC Solo. Hal itu karena manfaatnya sangat besar untuk pengurangan risiko bencana.

Portalika.com/Aryanto

Dia berharap semoga acara berlangsung dengan baik dan lancar serta bisa mengurangi dampak kebencanaan di Kota Surakarta.

Sementara itu, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surakarta, Drs HM Joko Riyanto, SH, MM, MH merasa senang dan bangga dengan digelarnya acara workshop kebencanaan OMOR. Menurutnya inilah gambaran Muhammadiyah yang selalu merespon dengan cepat. Kader-kader Muhammadiyah selalu sehat entengan ora itungan.

“Acara ini meningkatkan kemampuan SDM dalam merespon dengan cepat jika terjadi bencana. Perlengkapan lengkap dan SDM yang cerdas membuat masyarakat benar-benar menerima lembaga kita. Maka mari kita selalu tingkatkan kemampuan kita sehingga keberadaan MDMC Muhammadiyah benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” jelasnya.

Selaku narasumber, Ketua LRB PP Muhammadiyah, Budi Setiawan, menyampaikan pentingnya mempunyai prespektif yang baik saat terjadi bencana. Pasalnya prespektif yang keliru dan bahkan bisa memicu bencana ganda.

Menurutnya sebagian umat muslim mempunyai pandangan yang kurang pas terhadap bencana misal mengaitkan bencana dengan maksiat.

“Bencana terjadi jika kita tidak mengenal alam, kurang efektif beradaptasi, kurang tepat melakukan estimasi perkiraan risiko, dan kurang siap mengantisipasi kondisi terburuk. Bencana menjadi parah jika masyarakat menjadi korban,” ujarnya.

Portalika.com/Aryanto

Kepada peserta workshop OMOR, Budi Setiawan mengajak untuk memahami, memaknai, dan menyikapi bencana dengan positif. Bencana merupakan kasih sayang Allah SWT agar kita lebih kenal dengan alam. Allah SWT pasti adil. Kita harus siap menghadapi bencana.

Jika sudah terjadi bencana maka kita sikapi bencana dengan bersama-sama menolong.

“Pengelolaan bencana dengan tindakan preventif. Memahami penyebab terjadinya bencana dan memahami peran manusia. Tindakan praktis penanggulangan bencana seperti mitigasi dan kesiapsiagaan, peringatan penilaian bahaya, kesiapsiagaan, dan tanggap darurat. Penyelamatan jiwa penting karena barang siapa yang menyelamatkan satu jiwa seseorang maka nilai sama dengan menyelamatkan seluruh umat manusia,” jelasnya.

Wakil Ketua Ketua LRB PP Muhammadiyah, Indrayanto, menyampaikan pentingnya pemahaman kader Muhammadiyah tentang tahapan penanganan darurat bencana. Menurutnya penanganan darurat bencana merupakan serangkaian kegiatan yang dilakukan dengan segera pada saat kejadian bencana untuk menangani dampak buruk yang ditimbulkan.

Kegiatan tersebut meliputi penyelamatan dan evakuasi korban, harta benda, pemenuhan kebutuhan dasar, pengurusan pengungsi dan perlindungan, serta pemulihan prasarana dan sarana.

“Tahapan penanganan darurat bencana meliputi fase siaga darurat, fase tanggap darurat, dan fase transisi darurat ke pemulihan. Hal ini bisa dilakukan dengan konsolidasi OMOR dan pembagian peran OMOR saat tanggap darurat,” jelasnya.

Indrayanto menambahkan MDMC mempunyai kewajiban membangun kemitraan dan menjalankan koordinasi sebagai perwujudan keputusan tanfidz keputusan muktamar.

OMOR diwujudkan dengan kesepahaman yang sama untuk membangun ketangguhan, memudahkan pananganan, dan penguatan kapasitas yang berkelanjutan. Penanganan darurat bencana dilakukan dengan memperhatikan faktor pengurangan risiko bencana.

Ketua LRB Muhammadiyah Wilayah Jawa Tengah, Istanto, menyampakan konsep tentang jamaah tangguh bencana. Selain itu, ia juga menjelaskan tentang pentingnya kolaborasi dalam penanganan bencana.

Kegiatan wokshop diakhiri dengan penandatangan komitmen bersama semua elemen Muhammadiyah, dari cabang, ranting, ortom, dan AUM dalam menyukseskan OMOR. (Aryanto/*)

Komentar