Sejumlah UMKM Kelurahan Pakel Dikenalkan Pembukuan Harian

banner 468x60

Portalika.com [BOYOLALI] – Pembukuan keuangan bagi pemilik usaha mikro kecil menengah (UMKM) dimungkinkan belum tertib seiring dengan kemampuan yang dimiliki. Mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN PPM) Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Solo andil mengenalkan pembukuan tersebut.

Gagasan itu dilakukan Putri Utami, peserta KKN PPM Unisri 2023. Dia berharap transfer ilmunya mampu meningkatkan perekomonian warga pemilik UMKM di Kelurahan Pakel, Kecamatan Andong, Kabupaten Boyolali.

banner 300x250

“Kami menyampaikan informasi yang membahas mengenai apa saja yang perlu dicatat dalam pembukuan UMKM di Kelurahan Pakel. Berdasarkan survei lapangan sudah dilakukan pada minggu pertama, mayoritas pelaku usaha yang ada di Kelurahan Pakel masih belum memiliki pembukuan keuangan,” ujarnya.

Baca juga: Tingkatkan Kemampuan Pustakawan, UPT Perpustakaan ISI Surakarta Adakan Workshop Turnitin

Salah satu UMKM itu, ujarnya, pemilik Kerupuk Sakinah yang merupakan wadah para pengusaha kecil untuk menjajakan kuliner. Selain itu, ditemukan pula beberapa UMKM lain dengan permasalahan yang sama.

Salah seorang pelaku UMKM Kelurahan Pakel memperlihatkan pola pembukuan keuangan yang diajari mahasiswi KKN PPM Unisri Solo. (Portalika.com/Ist)

Berangkat dari temuan masalah yang ada, mahasiswi dari program studi akuntansi melakukan pembagian dan pelatihan pembukuan akuntansi kepada UMKM Kerupuk Sakinah dan UMKM Kerupuk Basuki.

Dia menjelaskan, kegiatan dilaksanakan secara door to door atau berkunjung ke satu per satu UMKM kerupuk di Dukuh Pereng, Kelurahan Pakel, Kecamatan Andong pada 5 Agustus 2023. “Kegiatan ini dilakukan karena masih kurangnya kesadaran dari pemilik usaha akan pentingnya melakukan pencatatan keuangannya,” jelasnya.

Menurutnya, saat ini mayoritas pemilik usaha hanya mengandalkan pengalaman dan kebiasaan dalam penggunaan uang untuk produksi, tanpa ada perhitungan yang jelas dan tertulis mengenai pengelolaan keuangan yang dimiliki.

“Pelaksanaan pelatihan pembukuan dilaksanakan secara sederhana yakni pemilik hanya mencatat transaksi pengeluaran dalam buku kas. Buku kas digunakan sebagai media untuk mencatat terkait transaksi dari arus kas usaha dan buku ini memudahkan pemilik usaha dalam melakukan pencatatan karena buku ini sudah berupa tabel dan kolomnya berisi tanggal, keterangan, debit, kredit, saldo,” katanya.

Proses pembukuannya hanya mencatat seluruh pengeluaran yang digunakan dari pendapatan dan biaya produksi per hari. Menurutnya, kegiatan pemberian dan pelatihan pembukuan sederhana tersebut mendapat sambutan baik dari berbagai pihak termasuk pemilik UMKM yang fokus mendengarkan informasi pembukuan yang disampaikan.

Dia berharap dengan pelatihan ini pelaku usaha kerupuk akan memiliki pengetahuan dasar tentang pembukuan yang akan membantu mereka mengelola keuangan dengan lebih baik. Dengan pemahaman yang diperoleh, mereka dapat merencanakan pembelian barang yang lebih efisien, menghindari kerugian, dan meningkatkan pengelolaan keuangannya serta mampu menggunakan pembukuan tersebut dalam menentukan keputusan usaha bisnis di masa depan. (Heris)

Komentar