Portalika.com [BATANG] – Usaha peternakan ayam petelur merupakan salah satu potensi penting bagi perekonomian Desa Siguci, tetapi masalah kebersihan kerap menjadi tantangan. Terutama permasalahan lalat yang timbul dari peternakan berdampak terhadap masyarakat di sekitarnya.
Melihat situasi ini, mahasiswa Kelompok 5 Kuliah Kerja Nyata Universitas Sebelas Maret (KKN UNS) berinisiatif untuk membantu mencari solusi permasalahan ini dengan meluncurkan inisiatif untuk meningkatkan kebersihan dan sanitasi di UMKM peternakan di Dukuh Karangjati, Desa Siguci, Kecamatan Pecalungan, Kabupaten Batang.
Program kerja KKN UNS ini dilaksanakan pada 29 Agustus 2024 di salah satu UMKM peternakan ayam petelur di Desa Siguci. Program ini bertujuan untuk memperbaiki standar kebersihan di kandang ayam yang lebih efektif.
Program ini melibatkan dua metode utama yaitu penyemprotan desinfektan pada unggas dan penyemprotan obat anti lalat di bagian bawah kandang. Metode penyemprotan desinfektan ini dapat dilakukan pada waktu-waktu strategis, yaitu pagi atau sore hari, untuk menghindari dampak negatif dari suhu panas yang dapat membahayakan kesehatan unggas.
Selain itu, obat anti lalat disemprotkan minimal sekali sehari untuk mengurangi populasi lalat di sekitar kandang. Cara-cara ini diharapkan dapat mengurangi risiko penyakit, meningkatkan kualitas telur serta mengurangi bau dan pencemaran yang dapat mengganggu pemukiman sekitar.
Sebagai bagian dari program ini, mahasiswa UNS juga telah menyumbangkan berbagai peralatan kebersihan untuk meningkatkan sanitasi di kandang ayam. Peralatan yang disumbangkan terdiri dari sapu, pengki/sekop, disinfektan dan obat pembasmi lalat untuk kandang ayam.
Obat pembasmi lalat menjadi salah satu fokus utama dari kegiatan sanitasi ini. Mengingat lalat dapat menjadi penyebab berbagai penyakit dan parasit yang dapat mempengaruhi kesehatan.
Dengan menyediakan obat pembasmi lalat, program ini bertujuan untuk mengurangi populasi lalat di sekitar kandang, sehingga mengurangi risiko penyakit dan meningkatkan kualitas lingkungan kandang. Disinfektan juga akan berfungsi untuk membunuh kuman, sementara sapu dan alat pembersih lain akan mempermudah proses pembersihan dan pemeliharaan kebersihan di area kandang.
Aulia Putri Hernanda anggota KKN yang terlibat dalam program ini menyatakan “Program ini bukan hanya mengenai memberi, peralatan kebersihan tetapi juga mengenai pemahaman. Kami memastikan bahwa peternak memahami cara terbaik untuk menggunakan peralatan yang diberikan, sehingga mereka bisa menerapkan praktik kebersihan kandang ayam dalam jangka panjang.”
Kegiatan ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk para pelaku UMKM Peternakan, serta pemerintah desa yang menjembatani mahasiswa KKN UNS dengan para pelaku UMKM peternakan. Faktor pendukung lain adalah adanya kesadaran peternak tentang pentingnya kebersihan, dan juga selain keterlibatan mahasiswa KKN Desa Siguci kegiatan ini juga dibantu pegawai kandang.
Hal ini menunjukkan antusiasme dalam pelaksanaan program Sanitasi Kebersihan UMKM peternakan ayam menjadi kunci seluruh rangkaian kegiatan sanitasi UMKM peternakan ayam ini berjalan lancar. (Triantotus)












Komentar