Portalika.com [KLATEN] – Dalam rangka Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta Tahun Akademik 2024/2025, mahasiswi Ilmu Hukum, Erlin Suci Ikayanti, menggelar program edukasi bertema “Edukasi Anti Bullying di Sekolah Dasar” di SD Negeri 1 Jemawan, Dusun Sutran, Desa Jemawan, Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.
Kegiatan ini bertujuan membentuk karakter siswa agar lebih peduli dan menciptakan lingkungan sekolah yang bebas dari perundungan. Kegiatan yang berlangsung pada Jumat, 25 Juli 2025, pukul 07.00–08.30 WIB, menyasar siswa kelas I hingga VI. Erlin memaparkan pengertian bullying, jenis-jenisnya seperti fisik, verbal, sosial, dan cyberbullying, serta dampak negatifnya, termasuk gangguan emosional dan penurunan prestasi akademik.

Menurut laporan UNICEF Indonesia (2024), sekitar 33% anak di Indonesia pernah mengalami bullying, menunjukkan urgensi edukasi semacam ini. Pendekatan interaktif dipilih untuk memastikan siswa memahami materi dengan mudah. Metode penyampaian mencakup presentasi lisan dengan bantuan media visual seperti gambar, diskusi kelompok, permainan edukatif, dan drama mini yang menggambarkan situasi bullying.
Puncak kegiatan adalah pembuatan komitmen bersama bertajuk “Mari Bersahabat,” di mana siswa berjanji untuk tidak melakukan perundungan dan saling menghormati. “Melalui pendekatan ini, siswa belajar dengan cara yang menyenangkan sekaligus mendalam,” ungkap Erlin, mengacu pada pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman yang direkomendasikan Journal of Educational Psychology (2023).
Respon positif datang dari siswa dan pihak sekolah. Siswa menunjukkan antusiasme melalui partisipasi aktif dalam diskusi dan permainan, sementara guru menyatakan bahwa kegiatan ini memperkuat upaya sekolah dalam membangun karakter siswa.
Sebagai luaran, poster anti-bullying dan dokumentasi kegiatan diserahkan kepada sekolah untuk digunakan sebagai bahan edukasi berkelanjutan. “Kegiatan ini sangat relevan untuk membentuk sikap toleransi sejak dini,” ujar salah satu guru, didukung data Komnas Perlindungan Anak (2025) yang menekankan pentingnya pendidikan karakter.
Program ini diharapkan menjadikan siswa sebagai agen perubahan yang mampu menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman. Melalui kontribusi mahasiswa KKN seperti ini, pendidikan karakter dapat terus digaungkan untuk membangun generasi yang lebih empati dan peduli. Kegiatan ini juga menjadi bukti nyata peran mahasiswa dalam memberikan dampak positif bagi masyarakat melalui pendekatan edukatif yang relevan.
Penulis: Erlin Suci Ikayanti, mahasiswi Ilmu Hukum, Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta












Komentar