Portalika.com [KLATEN] – Hama tikus menjadi momok menakutkan bagi para petani. Namun, di Desa Gatak, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Klaten, masalah ini dijawab dengan solusi alami yang cerdas dan ramah lingkungan. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 65 Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta menginisiasi program pemanfaatan Rumah Burung Hantu (Rubuha) yang membawa berkah bagi para petani setempat.
Program ini bertujuan untuk mengendalikan hama tikus secara alami, tanpa harus bergantung pada pestisida kimia. Secara ekologis, Rubuha berhasil meningkatkan populasi burung hantu jenis Tyto alba, predator alami tikus. Kehadiran burung-burung hantu yang aktif berburu di malam hari ini terbukti efektif menekan populasi hama.

Dari sisi sosial, program ini berhasil menumbuhkan kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat. Melalui sosialisasi dan pelatihan, warga Desa Gatak memperoleh pengetahuan tentang pentingnya konservasi burung hantu dan cara merawat Rubuha. Kegiatan gotong royong membangun rumah burung hantu juga memperkuat kebersamaan dan kepedulian warga terhadap lingkungan.
Manfaat ekonomi juga langsung dirasakan. Berkurangnya serangan hama tikus berdampak langsung pada peningkatan hasil panen petani. Hal ini berarti peningkatan pendapatan dan ketahanan pangan masyarakat. Petani juga bisa menghemat biaya produksi karena tak lagi perlu membeli racun atau pestisida kimia.
Program Rubuha ini menjadi bukti nyata bahwa solusi berbasis alam dapat menjadi pendekatan yang efektif, ramah lingkungan, dan berkelanjutan dalam pengendalian hama pertanian. Metode ini tidak hanya melindungi tanaman, tetapi juga menjaga kualitas tanah dalam jangka panjang.
Secara keseluruhan, luaran dari program KKN ini sangat signifikan, mencakup aspek ekologis, sosial, dan ekonomi. Kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat Desa Gatak menghasilkan solusi inovatif yang berkelanjutan.
Apa yang dilakukan mahasiswa KKN Unisri di Desa Gatak bisa menjadi model bagi desa-desa lain. Inisiatif sederhana ini membawa dampak besar, mengubah hama menjadi berkah dengan memanfaatkan keajaiban alam.
Penulis: Tim Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 65 Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta












Komentar