Bandara Adi Soemarmo Paling Siap Laksanakan Makkah Route

Mempersingkat Waktu Calhaj Urus Dokumen

banner 468x60

Portalika.com [SOLO] – Kepala Dinas Operasi (Kadisops) Lanud Adi Soemarmo, Kol (Nav) WP Pujo Wahono mengklaim Bandara Adi Soemarmo (BAS) Solo dianggap paling siap melaksanakan Makkah Route (MR) dibanding dua bandara lainnya yaitu Bandara Soekarno-Hatta Tangerang dan Bandara Juanda Surabaya.

MR adalah layanan dari Pemerintah Kerajaan Arab Saudi berupa pemindahan proses keimigrasian calon jemaah haji (calhaj) dari bandara kedatangan, baik di Jeddah dan Madinah ke bandara keberangkatan di Indonesia.

banner 300x250

“Indonesia adalah satu-satunya negara yang mempunyai tiga fast track atau Makkah Route karena negara-negara lainnya hanya satu. Dari tiga bandara itu Solo yang paling siap. Ini dilihat dari infrastruktur dan kesiapan personelnya,” ujar dia ketika memberi keteranan kepada awak media di BAS, Boyolali, Jateng, Rabu 15 Mei 2024.

Baca juga: Bandara Adi Soemarmo Siap Layani 100 Kloter Haji 2024

Menurut dia dipercayanya BAS melaksanakan MR merupakan capaian luar biasa, mengingat Solo baru kali pertama melaksanakan MR dan ini akan mempersingkat calhaj mengurus dokumen. Sedangkan Jakarta yang sudah berkali-kali melaksanakan MR dianggap tidak sesiap Solo.

Pujo menjelaskan proses MR ini dinilai sangat mempermudah calhaj untuk melaksanakan ibadah hajinya. Karena pemeriksaan sudah dilakukan di Indonesia sehingga ketika calhaj landing di Arab Saudi mereka tidak perlu antre lagi.

Mereka bisa lagsung masuk bus pengangkut menuju ke maktab-maktab yang sudah disiapkan. “Bayangin saja ketika mereka sudah menempuh perjalanan lama sekitar sembilan jam masih antre di imigrasi Arab Saudi, tentu tenaga akan terkuras habis.”

Kepala Dinas Operasi (Kadisops) Lanud Adi Soemarmo, Kol (Nav) WP Pujo Wahono memberi keterangan pers kepada awak media di Bandara Adi Soemarmo, Boyolali, Jateng, Rabu 15 Mei 2024. (Portalika.com/Iskandar)

Karena itu MR dianggap suatu terobosan yang memudahkan, sehingga pihaknya meminta kepada awak media membantu menyosialisasikannya agar bisa menjadi benchmark atau brandingnya BAS Solo, bahwa BAS bisa menjadi fast track yang baik.

Karena proses MR ini ada evaluasinya setiap tahun. Sehingga dan kalau nilai evaluasinya bagus maka tahun depan MR masih bisa dilaksanakkan di BAS.

Pujo menjelaskan penunjukan pelaksanaan MR bukan kewenangan pemerintah Indonesia tapi kewenangan Kingdom of Saudi Arabia (KSA). Dalam hal ini Indonesia hanya merekomendasikan saja.

Dua pesawat terbang pengangkut calhaj diparkir di Bandara Adi Soemarmo, Boyolali, Jateng Rabu 15 Mei 2024. (Portalika.com/Iskandar)

“Jika kegiatan MR itu tersosialisasi dengan baik maka nilainya akan tinggi. Ini bukan kepentingan bandara atau Lanud Adi Soemarmo tapi BAS yang terletak di tengah-tengah beberapa kota di Jateng dan DIY serta Jatim bagian barat mempunyai nilai strategis,” ujar dia sambil menambahkan keunggulan lain MR ditempatkan di BAS karena sangat dekat dengan embarkasi haji sehingga memudahkan calhaj.

Inisiasi Jurnalis Arab Saudi
Sementara itu General Manager BAS, Erick Rofiq Nurudin mengatakan jumlah petugas Arab Saudi yang ditempatkan di BAS ada 52 orang. Mereka terdiri atas 24 dari Imigrasi Arab Saudi, media dan sebagainya.

“Ini adalah inisiasi dari para jurnalis Arab Saudi dan poin pentingnya, kita bisa membantu Kerajaan Arab Saudi untuk memperbanyak jemaah haji dunia sehigga bisa tiga kali lipat. Jika sebelumnya setahun hanya bisa 2 juta sekarang menjadi 6 juta,” ujar dia.

General Manager BAS, Erick Rofiq Nurudin memberi keterangan pers kepada awak media di Bandara Adi Soemarmo, Boyolali, Jateng, Rabu 15 Mei 2024. (Portalika.com/Iskandar)

Kalau calhaj mencapai 6 juta dalam waktu bersamaan maka petugas Imigrasi akan kesulitan. Untuk itu maka dikirimlah petugas Imigrasi ke beberapa negara termasuk di Indonesia.

Erick mengungkapkan kelebihan MR di BAS di antaranya gedungnya satu lantai, sehingga calhaj tidak usah naik turun seperti di bandara lainnya. Dengan demikian calhaj lebih nyaman terutama yang sudah sepuh.

“Kalau di tempat lain persiapan calhaj hingga naik pesawat bisa sampai sembilan jam. Kalau di Solo hanya empat jam. Ini tentu sangat efektif sekali,” tandas dia. (Iskandar)

Komentar