Pentingnya Pencocokan Crossmatch dalam Transfusi Darah: Mencegah Risiko Terselubung

Memahami Pentingnya Prosedur Crossmatch untuk Keamanan Transfusi Darah

banner 468x60

PanselaNews.com [Surakarta] – Transfusi darah adalah prosedur medis yang dapat menyelamatkan nyawa, namun juga memiliki risiko jika tidak dilakukan dengan benar. Salah satu langkah kritis yang sering kali diabaikan adalah pemeriksaan crossmatch sebelum transfusi. Apa itu crossmatch? Crossmatch adalah serangkaian tes yang dilakukan untuk mengevaluasi kesesuaian darah antara donor dan penerima, dengan tujuan utama mencegah reaksi yang dapat berakibat fatal.

Di Bank Darah Rumah Sakit (BDRS), petugas akan melakukan pemeriksaan antibodi golongan darah dan mengidentifikasi antibodi sel darah merah yang terdapat dalam darah penerima. Setelah proses ini selesai, hasil pemeriksaan akan dicocokkan dengan darah donor yang memiliki kesesuaian. Proses ini sangat penting, karena transfusi yang tidak cocok atau “inkompatibel” dapat menyebabkan anemia hemolitik yang parah, bahkan berpotensi memicu kematian.

banner 300x250

Baca juga: Obesitas pada Anak: Ancaman Kesehatan Serius yang Bisa Dicegah dengan Pola Hidup Sehat

Ada dua jenis pemeriksaan crossmatch yang umum dilakukan, yaitu crossmatch mayor dan minor. Crossmatch mayor dilakukan antara serum pasien dengan eritrosit donor, sementara crossmatch minor dilakukan antara eritrosit pasien dengan serum donor. Kesalahan dalam transfusi sering kali timbul karena inkompatibilitas golongan darah.

Inkompatibilitas terjadi ketika golongan darah penerima dan pendonor tidak sesuai, memicu reaksi sistem kekebalan tubuh. Sebagai contoh, pasien dengan golongan darah A akan bereaksi terhadap golongan darah B atau AB. Dan conversely, pasien dengan golongan darah B akan menolak golongan darah A atau AB. Penerima darah golongan O dan AB juga memiliki reaksi tertentu yang perlu diwaspadai.

Gejala yang muncul selama transfusi harus segera diatasi dengan menghentikan prosedur dan memeriksa sampel darah dari kedua pihak. Komplikasi akibat ketidakcocokan golongan darah dapat berujung pada anemia parah, gagal jantung, kerusakan otak pada bayi, dan bahkan kematian.

Pentingnya pemeriksaan crossmatch sebelum transfusi darah tidak bisa dianggap remeh. Dengan menjalani prosedur ini, risiko komplikasi serius dapat diminimalisir, menjadikan transfusi darah sebagai langkah penyelamat yang lebih aman bagi pasien.

Penulis: Chandra Kurnia, STIKESNAS Surakarta
Editor: Tri Wahyudi

Komentar