Siswa SDN 2 Manjung Belajar Kelola Uang dan Karakter Lewat Drama Kreatif

Edukasi Literasi Keuangan Seru untuk Anak SD, 25 Juli 2025

banner 468x60

Portalika.com [KLATEN] – SDN 2 Manjung, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Klaten, menjadi lokasi pelaksanaan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) individu Universitas Slamet Riyadi pada 25 Juli 2025. Kegiatan bertajuk “Drama Kebutuhan vs Keinginan” ini mengusung misi edukasi literasi keuangan dan pengembangan karakter untuk siswa kelas 3.

Melalui pendekatan kreatif, siswa diajak memahami pengelolaan uang saku dan pentingnya disiplin melalui pembuatan jadwal kegiatan harian. “Kegiatan ini dirancang untuk memperkenalkan literasi keuangan secara sederhana sekaligus membentuk karakter disiplin sejak dini,” ujar Muhammad Ilyas Sholihin, penulis dan pelaksana program. Menurutnya, anak-anak perlu belajar membedakan kebutuhan dan keinginan agar tidak boros, sambil melatih tanggung jawab melalui pengaturan waktu.

banner 300x250

Program dimulai dengan sesi ice breaking untuk menciptakan suasana menyenangkan, diikuti cerita bergambar tentang seorang anak yang belajar mengelola uang saku. Cerita ini mengenalkan konsep kebutuhan, seperti buku dan seragam, serta keinginan, seperti mainan atau jajanan.

Dengan bahasa yang mudah dipahami dan contoh yang relevan, siswa diajak memahami pentingnya memprioritaskan pengeluaran agar uang saku cukup untuk kebutuhan pokok. Tahap berikutnya adalah kegiatan kreatif pembuatan jadwal. Siswa menerima kartu bergambar yang mewakili aktivitas atau pengeluaran, lalu diminta menempelkannya pada kolom “Kebutuhan” atau “Keinginan”.

Mereka juga membuat jadwal harian yang mencakup waktu untuk belajar, bermain, istirahat, dan membantu orang tua. “Metode ini melatih mereka berpikir kritis dan membuat keputusan bijak, baik dalam mengelola uang maupun waktu,” tambah Ilyas. Kegiatan ini tidak hanya mengajarkan literasi keuangan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai positif seperti hemat, tanggung jawab, dan kedisiplinan.

Dengan memahami prioritas pengeluaran, siswa belajar menghindari pembelian impulsif yang sering dipicu oleh keinginan sesaat. Pembuatan jadwal harian juga membantu mereka hidup lebih teratur dan memahami pentingnya keseimbangan antara belajar dan bermain. Manfaat jangka panjang dari program ini adalah pembentukan kebiasaan positif yang akan mendukung kemandirian di masa depan.

Literasi keuangan yang diperkenalkan sejak dini diharapkan menjadi fondasi untuk pengelolaan sumber daya yang cerdas, sementara pengembangan karakter melalui perencanaan waktu membentuk generasi yang disiplin dan bertanggung jawab. “Kami berharap kegiatan ini menjadi langkah awal bagi siswa untuk hidup lebih bijak dan terorganisir,” tutup Ilyas.

Respon positif dari guru dan siswa SDN 2 Manjung menunjukkan potensi program ini untuk direplikasi di sekolah lain, menciptakan dampak berkelanjutan bagi pendidikan karakter dan keuangan anak.

Oleh: Muhammad Ilyas Sholihin, Mahasiswa KKN Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta

Komentar