Portalika.com [KLATEN] – Isu perundungan atau bullying menjadi salah satu permasalahan serius di lingkungan pendidikan. Berangkat dari kepedulian tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta, Rinaldi Ravelino Wahyu Pambudi, menggagas sebuah program edukatif. Kegiatan bertajuk “Edukasi dan Sosialisasi Melawan serta Mencegah Bullying di Sekolah Dasar” ini dilaksanakan di SD Negeri 1 Bonyokan, Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten, pada tanggal 29-30 Juli 2025.
Rinaldi, mahasiswa dari program studi Ilmu Hukum, memiliki tujuan utama untuk memberikan pemahaman komprehensif kepada siswa tentang apa itu bullying, jenis-jenisnya, dampak negatif yang ditimbulkan, serta langkah-langkah konkret untuk mencegah dan menghadapinya. Kegiatan ini diharapkan mampu menanamkan nilai-nilai empati, toleransi, dan saling menghargai antar siswa. Pada akhirnya, tercipta lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan inklusif bagi seluruh warga sekolah.

Pelaksanaan program ini dirancang secara interaktif dan menarik. Rinaldi menggunakan berbagai metode, mulai dari pemaparan materi melalui presentasi, pemutaran video edukasi, hingga pembagian lembar kerja. Guna meningkatkan partisipasi siswa, kegiatan ini juga dilengkapi dengan kuis anti-perundungan dan sesi diskusi kelompok. Metode ini berhasil membuat siswa aktif bertanya dan berdiskusi, menggali pengalaman mereka, dan bersama-sama mencari solusi yang tepat.
Program ini mendapatkan respons yang sangat positif dari berbagai pihak. Pihak sekolah dan guru menyatakan bahwa materi yang disampaikan sangat relevan dengan permasalahan yang sering mereka hadapi sehari-hari. Antusiasme siswa terlihat jelas dari partisipasi aktif mereka, menunjukkan bahwa isu ini penting dan dibutuhkan oleh mereka. “Materi ini sangat membantu kami dalam menumbuhkan budaya saling menghargai,” ujar salah satu guru.
Melalui program ini, Rinaldi berharap dapat membentuk komunitas pelajar yang menolak segala bentuk kekerasan dan perundungan. Para siswa diharapkan tidak hanya menjadi korban atau penonton, tetapi juga menjadi agen perubahan yang berperan aktif dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman bagi semua. Program ini menjadi bukti nyata sinergi antara mahasiswa, sekolah, dan masyarakat dalam membangun generasi muda yang berkarakter positif dan peduli terhadap sesama.












Komentar